
batampos - Jerebu yang menebal di Batam belum membuat aktivitas belajar di madrasah dihentikan. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam memilih meminta siswa menggunakan masker sembari berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam terkait kondisi kualitas udara.
Kepala Kantor Kemenag Kota Batam Budi Dermawan mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menggelar rapat daring bersama Kepala Seksi Madrasah, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Batam, serta para kepala madrasah, Senin (14/9).
Dari hasil koordinasi tersebut, madrasah diminta mengimbau siswa menggunakan masker selama beraktivitas. Imbauan serupa juga telah disampaikan kepada orang tua murid.
“Madrasah sudah mengimbau siswa-siswi untuk memakai masker,” kata Budi kepada Batam Pos, Senin (14/9).
Meski kondisi udara memburuk, belum ada keputusan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di madrasah. Kemenag masih akan berkoordinasi dengan Pemko Batam untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Madrasah belum meliburkan anak-anak. Kita akan koordinasi dengan Pemerintah Kota Batam,” ujarnya.
Kebijakan tersebut diambil di tengah memburuknya kualitas udara Batam. Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, konsentrasi PM2.5 pada pukul 09.00 WIB mencapai 88,7 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Jarak pandang di kawasan Stasiun Meteorologi Hang Nadim juga menyusut menjadi sekitar 2,8 hingga 3 kilometer. Jerebu terlihat secara kasatmata di sejumlah kawasan Batam.


