Kabut Asap Selimuti Kepri, Sekolah Mulai Beralih ke Rumah

batampos – Kabut asap atau jerebu mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri). Kondisi tersebut berdampak pada kualitas udara, jarak pandang, hingga aktivitas pendidikan di sejumlah kabupaten/kota.
Di Batam, pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 telah masuk kategori tidak sehat pada Senin (14/9) pagi.
Pada pukul 09.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 88,7 mikrogram per meter kubik. Sementara jarak pandang di sekitar Bandara Hang Nadim berada di kisaran 2,8 hingga 3 kilometer.
Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Untuk konsentrasi partikulat di Kota Batam ter-update pukul 09.00 WIB sebesar 88,7 µg/m³, masuk ke kategori tidak sehat,” katanya, Senin (14/9).
Kabut juga terlihat secara kasatmata di sejumlah kawasan Batam. Pandangan ke kejauhan tampak memudar, sementara angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 9 hingga 18 kilometer per jam.
BMKG memperkirakan sebaran asap masih berpotensi bertahan selama beberapa jam. Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin.
“Untuk kondisi sebaran asap diprediksi masih berlangsung hingga beberapa jam kemudian,” ujar forecaster BMKG tersebut.
Asap dari Sumatra hingga Kalimantan
Kepala BMKG Hang Nadim Batam Ramelan mengatakan kualitas udara Batam turut dipengaruhi asap yang terbawa angin dari sejumlah wilayah di daratan Sumatra.
Berdasarkan pemantauan BMKG, massa asap bergerak mengikuti pola angin hingga mencapai Kepulauan Riau. Citra sebaran asap pada Senin pagi menunjukkan seluruh wilayah Kepri terdampak.



