
batampos - Trans Batam menargetkan layanan angkutan pengumpan (feeder) berbasis kendaraan listrik mulai beroperasi pada Mei 2027. Namun, rencana tersebut masih bergantung pada persetujuan anggaran, pengadaan armada, serta kesiapan fasilitas pengisian daya.
Selain infrastruktur, harga kendaraan listrik yang diperkirakan dua hingga tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak menjadi tantangan tersendiri dalam merealisasikan program tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra, mengatakan peralihan transportasi publik ke kendaraan listrik telah lama direncanakan. Menurut dia, kebijakan tersebut juga telah memiliki dasar berupa peraturan wali kota dan surat keputusan.
“Kami bertekad bagaimana transportasi kita berpindah ke listrik. Rencana kita di tahun 2027,” kata Leo saat ditemui Batam Pos dalam kegiatan pelatihan pengawas Trans Batam di Hotel Sahid Batam Center, Rabu (21/10).
Ia menilai Batam perlu mengikuti perkembangan transportasi publik di daerah lain, termasuk Jakarta, yang telah mengembangkan penggunaan kendaraan listrik. Sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi tinggi dan berdekatan dengan Singapura serta Malaysia, Batam dinilai perlu mentransformasi layanan transportasinya agar semakin modern.
Leo menjelaskan, sektor transportasi merupakan salah satu dari 15 program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Dishub mendapat mandat untuk mendukung program tersebut melalui pengembangan transportasi yang terintegrasi.
Baca Juga: Ketua DPRD Kepri Ingatkan Provokasi di Tengah Polemik Blackout Batam
Konektivitas Trans Batam, kata dia, terus diperluas agar masyarakat dapat mengakses transportasi dari pelabuhan, bandara, halte, hingga kawasan permukiman. Pada Juli 2026, layanan Trans Batam juga mulai menjangkau Bandara Hang Nadim.
Saat ini, layanan Trans Batam masih bertumpu pada koridor utama. Pada 2027, Dishub berencana memperluas jangkauan melalui rute-rute feeder yang menghubungkan kawasan permukiman dengan halte utama.
“Kalau sekarang koridor utama, tahun depan kita sudah mulai ekspansi ke rute feeder. Awalnya ke batang pohon utama, kemudian ranting-rantingnya. Target kita, feeder tahun depan sudah beralih ke listrik,” ujar Leo.
Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto, mengatakan pengoperasian awal feeder listrik ditargetkan pada Mei 2027. Namun, jadwal tersebut bergantung pada persetujuan perubahan anggaran dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.


