
batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam meningkatkan kompetensi pengawas operasional Bus Trans Batam melalui pelatihan bersama Transjakarta Academy. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik agar lebih aman, tertib, dan profesional.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari di Batam itu diikuti 25 pengawas operasional berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kegiatan tersebut menjadi pelatihan khusus pertama bagi pegawai Trans Batam yang difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kepala Dishub Kota Batam Leo Putra mengatakan, pelatihan tersebut menjadi langkah baru dalam upaya meningkatkan standar pelayanan Trans Batam.
”Ini membuat sejarah di Dishub Batam, di mana kami gelar acara pelatihan untuk pegawai di Trans Batam dengan kerja sama dengan Transjakarta Academy,” kata Leo di Batam, Rabu.
Menurut dia, pengawas operasional memiliki peran penting dalam memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pengawasan mencakup berbagai aspek, mulai dari pelayanan tiket dan kondisi halte hingga pelayanan penumpang di dalam bus.
Leo menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Saat ini, Trans Batam menerapkan tarif Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 bagi pelajar. Sementara itu, layanan transportasi bagi pelajar di wilayah hinterland tersedia secara gratis.
Ia berharap, pelatihan tersebut dapat membentuk pengawas yang mampu menerapkan standar pelayanan secara konsisten serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala Seksi Pendidikan Transjakarta Academy Anggini Budiarti mengatakan, kualitas transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh armada dan sistem operasional, tetapi juga kompetensi SDM yang menjalankannya.
Pengawas, kata dia, tidak sekadar memastikan pelayanan berjalan baik, tetapi juga menjaga agar operasional di halte maupun di dalam bus sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Selain memahami prosedur operasional, pengawas perlu memiliki kemampuan komunikasi yang efektif, memahami kebutuhan pelanggan, serta mampu menangani persoalan yang muncul di lapangan.
Sementara itu, Kepala UPT Trans Batam Bambang Sucipto mengatakan, pelatihan tersebut dilatarbelakangi kebutuhan terhadap personel yang responsif, terampil, dan sigap dalam memberikan layanan transportasi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Dari sekitar 200 pegawai Trans Batam, pelatihan kali ini menjadi angkatan pertama yang secara khusus menyasar pengawas operasional.
Dishub Batam berencana memperluas pelatihan secara bertahap agar semakin banyak petugas memperoleh pembekalan serupa.
”Melalui kerja sama dengan Transjakarta, kita berharap best practices yang dilakukan di Jakarta dapat diadaptasi di Batam untuk meningkatkan keselamatan transportasi, pelayanan dan budaya kerja profesional,” ujar Bambang. (*)


