
batampos - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan lahan seluas 851 hektare untuk pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy and Smart Eco Industrial Park (GESEIP) di Batam. Nilai investasi keseluruhan proyek tersebut diklaim mencapai Rp175 triliun, termasuk investasi yang telah berjalan.
Komitmen pengembangan kawasan industri itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Gedung Marketing BP Batam, Rabu (28/10) sore. Penandatanganan dilakukan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Presiden Direktur Wiraraja GESEIP Akhmad Ma’ruf Maulana, bersama jajaran deputi BP Batam dan pihak terkait.
Pengembangan kawasan industri tersebut direncanakan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama mencakup lahan seluas 150 hektare di Kabil. Sementara itu, pengembangan di Kecamatan Galang akan dilanjutkan pada tahap kedua dan ketiga.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan, penandatanganan MoU harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Ia mengaku ingin segera melihat perkembangan Rempang dan Galang melalui realisasi pembangunan dan investasi.
“Kami ingin langkah konkret, langkah nyata. Kami juga tidak sabar bagaimana Rempang dan Galang itu berkembang,” kata Amsakar dalam sambutannya.
Ia berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pembangunan.
“Mudah-mudahan MoU ini tidak sekadar cerita di atas kertas, tetapi implementatif, dapat kita laksanakan,” ujarnya.
Amsakar juga meyakini pengembangan PSN Wiraraja dapat berjalan beriringan dengan proyek Rempang Eco-City yang dikembangkan di Batam sejak 2023. Menurut dia, kedua proyek tersebut dapat saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan investasi dan pengembangan kawasan.



