Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada 3 Proyek PSN di Batam? BP Batam Ungkap Status Sebenarnya

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
Ikon kota Batam. Jembatan Barelang
Ikon kota Batam. Jembatan Barelang

Advertisement

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebut ada tiga proyek di Batam yang masuk dalam pembahasan Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, tidak semua proyek tersebut telah berstatus PSN secara resmi.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, dari tiga proyek yang masuk dalam pembahasan, baru Rempang Eco City yang statusnya sudah jelas sebagai PSN. Sementara dua proyek lainnya masih melalui proses.

Pernyataan tersebut disampaikan Ariastuty setelah menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di pabrik STANIA, Batam, Jumat (11/9).

Advertisement

“PSN di Batam ada tiga,” kata Ariastuty.

Namun, ia menegaskan penyebutan tiga proyek tersebut tidak berarti seluruhnya telah ditetapkan sebagai PSN oleh pemerintah pusat.

Menurut Ariastuty, perlu dibedakan antara proyek yang masuk dalam pembahasan atau proses pengusulan dengan proyek yang telah memperoleh penetapan resmi.

Advertisement

“PSN di Batam ini kan ada beberapa persoalan yang memang belum selesai. Jadi memang harus diproses,” ujarnya.

Wiraraja GESEIP Masih Berproses

Salah satu proyek yang disebut masih dalam proses adalah Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park (GESEIP).

Ketika ditanya mengenai status Wiraraja GESEIP, Ariastuty menegaskan proyek tersebut belum berstatus PSN secara final.

“Wiraraja lagi proses (untuk ditetapkan PSN),” kata dia.

Advertisement

Artikel Terkait

BP Batam Siapkan 851 Hektare untuk PSN Wiraraja

BP Batam Siapkan 851 Hektare untuk PSN Wiraraja

BP Batam dan pengembang menandatangani MoU pengembangan PSN Wiraraja GESEIP dengan alokasi lahan 851 hektare

Investasi AS Rp 8 Triliun Mulai Dibangun di Batam, Bidik 1.000 Tenaga Kerja

Investasi AS Rp 8 Triliun Mulai Dibangun di Batam, Bidik 1.000 Tenaga Kerja

Investasi Amerika Serikat senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 8 triliun mulai dibangun di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Batam

Pupuk Indonesia Jajaki Pabrik Amonia Rp8 Triliun di Batam, Butuh 100 Juta Kaki Kubik Gas per Hari

Pupuk Indonesia Jajaki Pabrik Amonia Rp8 Triliun di Batam, Butuh 100 Juta Kaki Kubik Gas per Hari

Pupuk Indonesia menjajaki investasi pabrik amonia Rp8 triliun di Batam. Proyek ini membutuhkan 100 juta kaki kubik gas per hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer