
batampos - Harga beras menjadi salah satu kebutuhan pokok yang terus mendapat perhatian. Untuk memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau, Perum Bulog Kantor Cabang Batam bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan turun langsung mengawasi penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Tos 3000, Lubuk Baja.
Dalam pemantauan tersebut, Bulog dan Satgas Pangan mengecek ketersediaan stok serta harga jual beras SPHP di tingkat pedagang. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan beras program pemerintah itu tidak dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Beras SPHP merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga beras di pasaran. Program yang dijalankan melalui Perum Bulog ini diharapkan membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau.
Untuk Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), yang masuk Zona II, HET beras SPHP ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram. Dengan demikian, harga maksimal beras SPHP kemasan lima kilogram adalah Rp65.500.
Pasar Tos 3000 menjadi salah satu lokasi pemantauan karena termasuk dalam pasar pencatatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Melalui kegiatan ini, petugas juga menyerap informasi mengenai kondisi pasokan dan kebutuhan beras di lapangan.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Ashariyanti P, mengatakan pengawasan bersama Satgas Pangan menjadi langkah penting untuk memastikan beras SPHP tersedia dan dijual sesuai ketentuan.
“Monitoring bersama Satgas Pangan ini penting untuk memastikan beras SPHP tersedia dan dapat diterima masyarakat dengan harga sesuai ketentuan. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar penjualan berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, koordinasi dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah tersebut tidak hanya untuk menjaga ketersediaan beras, tetapi juga mencegah praktik penjualan yang tidak sesuai aturan.
Bulog bersama Satgas Pangan berharap pengawasan langsung di pasar dapat menjaga distribusi beras SPHP tetap berjalan baik. Dengan pasokan yang terjaga dan harga sesuai HET, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan beras dengan harga wajar.
Pengawasan ini sekaligus menjadi upaya memastikan program stabilisasi pangan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar tersedia di tingkat distribusi. (*)



