
batampos - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan 130 warga negara Indonesia (WNI) dari Malaysia, termasuk seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang sakit akibat kecelakaan kerja dan membutuhkan perawatan lanjutan di Tanah Air.
Dari jumlah tersebut, 129 WNI merupakan deportan yang menghadapi persoalan keimigrasian. Sebanyak 85 orang dari Depot Tahanan Imigresen (DTI) Pekan Nenas dipulangkan melalui Pelabuhan Pasir Gudang menuju Batam menggunakan feri Pulo Rondo. Sementara 44 orang dari DTI Kemayan diberangkatkan melalui Pelabuhan Internasional Melaka menuju Dumai menggunakan feri MV Indomal Kingdom.
Satu WNI lainnya, Johan Arifin, merupakan PMI yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Sultan Aminah (HSA), Johor Bahru, sejak 24 Oktober 2026 akibat kecelakaan kerja. Pihak rumah sakit menghubungi KJRI pada 27 Oktober untuk meminta bantuan pemulangannya agar dapat melanjutkan perawatan di Indonesia.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Satuan Tugas Perwakilan Perlindungan Terpadu (Satgas PPT) KJRI Johor Bahru menghubungi keluarga Johan di Indonesia, mengurus dokumen perjalanan, serta memfasilitasi pembayaran denda keimigrasian kepada Jabatan Imigresen Malaysia.
Ketua Satgas PPT sekaligus Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Johor Bahru, Debbi Oktarossa, mengatakan keselamatan dan perlindungan WNI menjadi prioritas dalam setiap proses pemulangan.
“Menjadi harapan terbesar kami agar para WNI dapat kembali ke keluarga masing-masing dalam keadaan selamat. Pengalaman ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa niat bekerja di luar negeri wajib ditempuh melalui jalur resmi, aman, dan terjamin perlindungannya,” ujarnya.
Ia mengimbau calon pekerja migran mengikuti panduan otoritas resmi, seperti Dinas Tenaga Kerja, BP3MI, dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).
KJRI Johor Bahru mencatat telah mendampingi pemulangan 5.151 WNI dari Malaysia sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 3.636 laki-laki, 1.472 perempuan, dan 43 anak-anak.
KJRI juga mengapresiasi dukungan Jabatan Imigresen Malaysia, Rumah Sakit Sultan Aminah, serta mitra di Indonesia, termasuk BP3MI, Imigrasi, Disnaker, P4MI, dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, dalam memastikan proses pemulangan berjalan lancar. (*)



