Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPD Kepri Dorong Perda 2027 Sesuai Kebutuhan Masyarakat

J
Penulis: Jamaluddin Lobang❯
Dialog Dekan Fakultas Hukum Universitas Batam, Soerya Respationo bersama kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, Mukharom yang digelar DPD RI Kepri di kantor DPD RI Kepri, Rabu (4/11). Akademisi mendorong penguatan kajian dan dukungan anggaran agar Perda yang dihasilkan berkualitas serta sesuai kebutuhan masyarakat. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Dialog Dekan Fakultas Hukum Universitas Batam, Soerya Respationo bersama kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, Mukharom yang digelar DPD RI Kepri di kantor DPD RI Kepri, Rabu (4/11). Akademisi mendorong penguatan kajian dan dukungan anggaran agar Perda yang dihasilkan berkualitas serta sesuai kebutuhan masyarakat. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Advertisement

batampos – Penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2027 didorong agar lebih berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat. Setiap rancangan peraturan daerah (Ranperda) tidak cukup hanya memenuhi ketentuan perundang-undangan, tetapi juga harus didukung kajian akademis, data lapangan, serta anggaran pembahasan yang memadai.

Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Daerah bertajuk Inventarisasi Data dan Informasi Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2027 yang digelar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Kepri di Kantor DPD RI Kepri, Batam Kota, Rabu (4/11).

Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat. Dialog tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terhadap Ranperda maupun Perda di Provinsi Kepri.

Advertisement

Dekan Fakultas Hukum Universitas Batam (Uniba), Prof Dr H M Soerya Respationo, mengatakan DPD RI memiliki peran strategis dalam memantau dan mengevaluasi Ranperda maupun Perda. Namun, pelaksanaan fungsi tersebut dinilai belum maksimal dan belum seragam di setiap daerah.

"Peran DPD itu sangat besar, hanya saja dalam implementasinya belum seragam. Ada daerah yang belum melaksanakan peran tersebut secara maksimal," kata Soerya saat memberikan pemaparan.

Menurutnya, dialog daerah menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengoptimalkan fungsi DPD RI kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

Advertisement

Ia mendorong DPD RI memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan DPRD sejak tahap perencanaan hingga pembahasan Ranperda. Langkah ini penting agar persoalan regulasi dapat diidentifikasi sebelum rancangan ditetapkan menjadi Perda.

"Jangan sampai kita baru mengetahui ada persoalan setelah Perda ditetapkan. Karena itu, produk hukum daerah harus dibahas secara matang sejak masih berupa Ranperda. Targetnya, kita menghasilkan Perda yang bukan kaleng-kaleng, tetapi Perda yang tahan uji," katanya.

Soerya menjelaskan, mekanisme pengawasan Perda mengalami perubahan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Nomor 137/PUU-XIII/2015 dan Nomor 56/PUU-XIV/2016 membatasi kewenangan pemerintah pusat dalam membatalkan Perda yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, pengujian Perda yang sudah berlaku dilakukan melalui mekanisme judicial review di Mahkamah Agung (MA).

Advertisement
Editor : Cipi Ckandina

Artikel Terkait

AC Outdoor yang Viral di Tiongkok, Teknologi Pendingin untuk Hadapi Cuaca Panas Ekstrem

AC Outdoor yang Viral di Tiongkok, Teknologi Pendingin untuk Hadapi Cuaca Panas Ekstrem

Tiongkok kembali viral dengan teknologi AC Outdoor yang mampu mendinginkan area. Berikut ulasan lengkapnya.

APBD Perubahan Kepri 2026 Naik Jadi Rp3,63 Triliun

APBD Perubahan Kepri 2026 Naik Jadi Rp3,63 Triliun

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama DPRD Kepri menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Perubahan 2026.

Ekspor Listrik Ditunda, Batam dan Kepri Diminta Jadi Prioritas

Ekspor Listrik Ditunda, Batam dan Kepri Diminta Jadi Prioritas

Ekonom CORE Indonesia menilai penundaan ekspor listrik ke Singapura tepat. Pemerintah diminta memperkuat pasokan dan infrastruktur listrik d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer