batampos - Indonesia kembali diingatkan pada tingginya ancaman gempa besar.
Ada zona - zona tersebut memiliki potensi memicu gempa berkekuatan sangat besar yang berisiko menimbulkan tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan baru saja terjadi gempa tektonik berkekuatan 5,5 M pada Selasa (27/1) pagi di Pacitan.
Sejumlah daerah termasuk, Solo dan sekitarnya merasakan guncangan tersebut. BMKG menegaskan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.
Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mencatat zona megathrust di Indonesia sebanyak 14 zona.
Pembaruan peta menunjukkan tingkat potensi gempa dahsyat dan risiko tsunami yang lebih terukur.
Zona megathrust dicatat memiliki potensi gempa bumi besar, termasuk Zona Aceh - Andaman dan Zona Megathrust Jawa.
Daftar 14 Zona Merah Megathrust di Indonesia
Ini 14 zona megathrust dengan potensi magnitudo, dikutip dari Radar Kudus:
1. Aceh - Andaman (M9,2)
2. Nias - Simeulue (M8,7)
3. Batu - (M7,8)
4. Mentawai - Siberut (M8,9)
5. Mentawai - Pagai (M8,9)
6. Enggano (M8,9)
7. Jawa seluruhnya - (M9,1)
8. Jawa bagian barat (M8,9)
9. Jawa bagian timur (M8,9)
10. Sumba - (M8,9)
11. Sulawesi Utara - (M8,5)
12. Palung Cotabato - (M8,3)
13. Filipina Selatan - (M8,2)
14. Filipina Tengah - (M8,1)
BMKG dan BRIN menunjukkan bahwa zona megathrust di selatan Jawa dan Selat Sunda melepaskan energi bersamaan. Gempa bisa mencapai M8,7 hingga M8,9 yang memicu tsunami besar.
Peta tersebut bukan prediksi waktu gempa, tetapi potensi bahaya yang terus dipantau dan dievaluasi.
Perlunya perbaikan sistem, sosialisasi masyarakat, dan latihan evakuasi bencana untuk mengurangi dampak bila gempa megathrust benar terjadi.(*)
Editor : Juliana Belence