batampos - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah menerbitkan lebih dari 3 juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar terkait kasus Jeffrey Epstein.
Rilisan besar ini mencakup catatan investigasi, komunikasi, foto, dan bukti lain yang dirilis ke publik pada akhir Januari 2026 untuk menjawab tekanan publik dan politik.
Epstein Files merupakan kumpulan besar dokumen investigasi kriminal terkait Jeffrey Epstein.
Jeffrey Epstein adalah seorang financier AS yang dihukum sebagai pelaku perdagangan seks terhadap anak di bawah umur.
Undang - undang bernama Epstein Files Transparency Act disahkan oleh Kongres AS pada 18 November 2025.
Dokumen yang dirilis memiliki catatan tentang komunikasi dan hubungan sosial Jeffrey Epstein dengan sejumlah tokoh terkenal.
Kronologi Kasus Jeffrey Epstein
1996 : Laporan pertama muncul ketika seorang korban remaja melaporkan Epstein kepada penegak hukum.
2005 : Polisi Palm Beach memulai penyelidikan terkait pembayaran kepada gadis berusia 14 tahun untuk pijat.
2006 : Grand jury mendakwa Epstein atas satu tuduhan soliciting prostitution (membayar prostitusi)
2007 - 2008 : Jaksa federal menuntut dengan 60 dakwaan, tetapi negosiasi pembelaan menghasilkan kesepakatan kontroversial yang memungkinkan Epstein mengaku bersalah hanya untuk tuduhan tingkat negara bagian.
2008 : Epstein dijatuhi hukuman 18 bulan. Bebas setelah 13 bulan dengan hak cuti kerja siang hari.
2011 : Virginia Giuffre (Jane Doe 102) menjual kisah dan foto bersama Pangeran Andrew ke media Inggris.
2015 - 2019 : Giuffre menuntut Ghislaine Maxwell atas pencemaran nama baik. Gugatan berkontribusi pada pembukaan dokumen yang lebih luas.
November 2018 : Investigasi jurnalistik Miami Herald mengungkap korban tersebar dan membongkar praktik hukum sebelumnya.
6 Juli 2019 : Epstein ditangkap atas tuduhan federal sex trafficking dan konspirasi.
10 Agustus 2019 : Epstein ditemukan tewas di sel tahanan dengan penyelidikan menyimpulkan bunuh diri.
2024 : Beberapa dokumen awal dibuka oleh pengadilan federal memicu gelombang permintaan transparansi.
November 2025 : Epstein Files Transparency Act disahkan, memicu rilis arsip besar yang terus berlangsung.
19 Desember 2025 - Januari 2026 : DOJ merilis jutaan halaman, foto, video, dan data ke publik.
Perilisan dokumen memicu kritis kelompok korban yang merasa dokumen yang dirilis masih tidak lengkap.
Banyak pelaku diduga tetap tersembunyi sementara pengungkapan identitas korban terjadi secara tidak tepat.
Beberapa anggota legislatif, terutama Partai Demokrat, menuduh bahwa DOJ belum sepenuhnya mematuhi undang - undang yang mewajibkan pengungkapan penuh semua file yang relevan.(*)
Editor : Juliana Belence