Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program MBG Bantu Peternak Ayam Petelur di Bintan, Produksi Telur Lokal Terserap Pasar

S
Penulis: Slamet Nofasusanto❯

PETERNAK ayam petelur, Erdis Suhendri menunjukkan telur dari kandangnya di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Senin (12/1/2026) sore. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
PETERNAK ayam petelur, Erdis Suhendri menunjukkan telur dari kandangnya di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Senin (12/1/2026) sore. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

Batampos -  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi peternak ayam petelur di Kabupaten Bintan. Salah satunya dirasakan peternak di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, yang kini memiliki pasar tetap untuk hasil produksi telur mereka.


Advertisement

Ketua Kelompok Mawar Jingga, Erdis Suhendri, mengatakan program MBG membantu peternak lokal dalam memasarkan telur sekaligus meningkatkan pendapatan. Usaha ayam petelur yang dikelolanya merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

Dengan populasi sekitar 600 ekor ayam petelur, Erdis mampu memproduksi lebih dari 400 butir telur per haridengan ukuran nomor 3. Telur-telur tersebut sebagian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan program MBG.

“Tujuan dari program ini paling tidak bisa menstabilkan harga telur di lingkungan sekitar,” ujar Erdis.

Menurutnya, keberadaan program MBG membuat peternak tidak lagi kesulitan mencari pasar. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, Erdis juga telah menyuplai telur ke salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan MBG.

“Kita utamakan dulu kebutuhan masyarakat di sekitar kita, baru ke MBG,” katanya.

Advertisement

Erdis menyebut, suplai telur untuk program MBG dilakukan sekali dalam sepekan dengan jumlah sekitar 1.000 butir telur, disesuaikan dengan kemampuan produksi yang ada.

“Kita sanggupi sesuai kemampuan,” tambahnya.

Ia menilai program MBG merupakan program yang sangat baik, namun perlu didukung dengan keterbukaan dan manajemen yang tertata. Erdis berharap, ke depan MBG dapat bekerja sama dengan lebih banyak masyarakat dan pelaku UMKM lokal dalam pengadaan bahan pangan.

“Kebutuhan MBG sangat besar. Akan lebih baik jika melibatkan lebih banyak masyarakat dan UMKM untuk pengadaan bahan pokok,” ujarnya.

Menurut Erdis, kebutuhan telur dalam program MBG idealnya dapat dipenuhi oleh peternak lokal. Selain membantu kelancaran program, hal ini juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan peternak.

“Seperti kami, kebutuhan telur bisa kami suplai walau sedikit. Jadi kami tidak susah-susah lagi mencari tempat menjual telur,” tutupnya.

Ia juga berharap kerja sama serupa dapat diperluas ke sektor pertanian, seperti petani sayur mayur, agar hasil pertanian lokal dapat terserap optimal melalui program MBG. (*)

 

Advertisement
Editor : Chahaya Simanjuntak

Artikel Terkait

200 Taruna SMKN 1 Seri Kuala Lobam Daki Gunung Bintan Sambil Pungut Sampah

200 Taruna SMKN 1 Seri Kuala Lobam Daki Gunung Bintan Sambil Pungut Sampah

Sebanyak 200 taruna SMKN 1 Seri Kuala Lobam mendaki Gunung Bintan sambil memungut sampah dalam kegiatan pendidikan karakter dan peringatan S

Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Bintan, Diduga ABK KM Kawal Jaya 9

Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Bintan, Diduga ABK KM Kawal Jaya 9

Mayat pria ditemukan mengapung di Perairan Teluk Bakau, Bintan. Korban diduga ABK KM Kawal Jaya 9 yang hilang setelah kapal ditabrak.

Pemilik Kafe di Tanjunguban Diamankan Polisi, Diduga Terkait TPPO

Pemilik Kafe di Tanjunguban Diamankan Polisi, Diduga Terkait TPPO

Polisi mengamankan pemilik Kafe Gaul Family di Tanjunguban terkait dugaan TPPO. Sekitar sembilan pekerja dimintai keterangan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer