Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dua Waduk Bintan Kering, PDAM Cari Sumber Air Lain

Mohamad Ismail • Jumat, 27 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kondisi terkini ketinggian air baku di Waduk Gesek Bintan. F. PDAM Tirta Kepri untuk Batam Pos
Kondisi terkini ketinggian air baku di Waduk Gesek Bintan. F. PDAM Tirta Kepri untuk Batam Pos

Batampos - Dua dari empat waduk di Bintan nyaris mengalami kekeringan karena kemarau berkepanjangan. Akibatnya, penyaluran air bersih untuk wilayah Tanjungpinang pun ikut terganggu.

Dua waduk tersebut diantaranya waduk Gesek dan Waduk Sei Jago. Kekeringan tersebut disebabkan terjadinya Hari Tanpa Hujan yang sudah melebihi 30 hari.

"Jadi waduk yang masih beroperasi secara masih maksimal adalah Waduk Kolong Enam dan Sungai Pulai," kata Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, Jumat (27/3/2026).

Meskipun nyaris kering, Waduk Gesek masih mampu mengalirkan air bersih untuk 2.500 rumah. Sementara lebih kurang 5.000 pelanggan di Kota Tanjungpinang dialihkan menggunakan Waduk Sei Pulai.

Sementara di Waduk Sei Jago, pihaknya memanfaatkan kubangan yang masih berisikan air untuk disalurkan ke rumah warga di wilayah Tanjunguban.

"Masih beroperasi, namun tidak bisa 24 jam. Karena kondisi air di waduk yang sudah mulai mengering," tambahnya.

Untuk mengatasi kekeringan tersebut, PDAM Tirta Kepri saat ini tengah mencari sumber air lain, dengan melakukan survei di Waduk yang ada di Waduk Sungai Lepan Kabupaten Bintan.

"Kita akan melakukan survei dulu, bisa atau tidak kita lakukan interkoneksi," sebutnya.

Sementara BMKG Stasiun Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprediksi potensi hujan di Pulau Bintan dapat terjadi pada Akhir Maret dan awal April mendatang, dengan intensitas yang rendah dan tidak merata.

"Hanya beberapa wilayah yang berpotensi, di Tanjungpinang Timur, Bintan Pesisir dan Bintan Timur. Intensitas April diprediksi 100-150 milimeter per bulan," ungkapnya.

Ia menegaskan, HTH siaga lebih banyak terjadi di Kecamatan Bintan Utara, dengan HTH lebih dari 30 hari. "Jadi waduk yang ada di wilayah itu mengalami defisit air," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Bintan Kekeringan #PDAM Tirta Kepri #Waduk Alam