Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Diproyeksi Tembus Rp18.070 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

J
Penulis: JawaPos❯
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Jawa Pos)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Jawa Pos)

Advertisement

batampos – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sentimen kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), serta risiko fiskal dan perkembangan pasar keuangan domestik.

Pada perdagangan Rabu (21/10/2026), rupiah ditutup melemah 30 poin menjadi Rp18.022 per dolar AS.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari ini.

Advertisement

“Untuk perdagangan (22/10), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.020–Rp18.070,” ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Kamis (22/10).

Sentimen The Fed Tekan Rupiah

Dari eksternal, salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah adalah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Advertisement

Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS periode September disebut memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi di negara tersebut belum sepenuhnya mereda.

Kondisi tersebut berpotensi membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dapat mendukung penguatan dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Investor juga mencermati data klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims) AS yang diperkirakan meningkat dari 199.000 menjadi 200.000.

Perkembangan data ekonomi AS menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed serta arah pergerakan dolar AS.

Advertisement

Artikel Terkait

Rupiah Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI

Rupiah Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI

Rupiah menyentuh Rp18.000 per dolar AS. BI menyebut tekanan inflasi global, risiko fiskal, kebutuhan valas, dan arus modal menjadi faktor pe

Rupiah Diprediksi Melemah Tembus Rp18.000 Pekan Ini, Dolar AS Masih Menguat

Rupiah Diprediksi Melemah Tembus Rp18.000 Pekan Ini, Dolar AS Masih Menguat

Rupiah diprediksi melemah hingga kisaran Rp18.200 per dolar AS pekan ini. Penguatan dolar AS dan konflik Rusia-Ukraina menjadi perhatian pas

Harga Emas Bisa Naik saat Rupiah Melemah, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Harga Emas Bisa Naik saat Rupiah Melemah, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memengaruhi prospek harga emas di Indonesia. Simak dampak suku bunga AS dan rupiah bag

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer