Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Bisa Naik saat Rupiah Melemah, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

J
Penulis: JawaPos❯
Ilustrasi emas batangan yang menjadi salah satu pilihan masyarakat berinvestasi. (Ist)
Ilustrasi emas batangan yang menjadi salah satu pilihan masyarakat berinvestasi. (Ist)

Advertisement

batampos – Kenaikan harga minyak mentah dunia kembali memicu kekhawatiran inflasi dan menambah ketidakpastian bagi pembeli emas di Indonesia. Di satu sisi, emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai saat daya beli uang tergerus inflasi. Namun, di sisi lain, inflasi yang tinggi dapat mendorong suku bunga bertahan di level tinggi sehingga menekan daya tarik emas.

Bagi banyak keluarga Indonesia, emas bukan sekadar instrumen investasi untuk mencari keuntungan. Logam mulia ini juga menjadi sarana menabung jangka panjang, mulai dari mempersiapkan biaya pernikahan anak hingga menyimpan aset untuk menghadapi masa sulit.

Namun, pergerakan harga minyak, nilai tukar rupiah, dan kebijakan suku bunga global membuat arah harga emas semakin sulit diprediksi.

Advertisement

Kenaikan Harga Minyak Berdampak pada Indonesia

Indonesia masih mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan energinya. Ketika harga minyak mentah dunia meningkat, tekanan dapat merambat ke berbagai sektor ekonomi domestik.

Salah satu dampaknya adalah kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang. Bahan bakar yang lebih mahal dapat meningkatkan ongkos pengiriman, mulai dari distribusi beras ke pasar hingga pengangkutan berbagai kebutuhan pokok ke wilayah kepulauan.

Advertisement

Jika kenaikan biaya tersebut diteruskan kepada konsumen, harga barang dan jasa berpotensi meningkat. Kondisi ini dapat memperkuat tekanan inflasi dan memengaruhi daya beli masyarakat.

Dampak kenaikan harga minyak terhadap emas domestik juga dapat muncul melalui jalur nilai tukar.

Rupiah Melemah, Harga Emas Bisa Naik

Pembayaran impor minyak membutuhkan valuta asing, terutama dolar AS. Ketika kebutuhan dolar meningkat dan tekanan terhadap rupiah menguat, nilai tukar rupiah berpotensi melemah, meskipun pergerakannya juga dipengaruhi berbagai faktor lain.

Advertisement
Editor : Cipi Ckandina

Artikel Terkait

Rupiah Diproyeksi Tembus Rp18.070 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Diproyeksi Tembus Rp18.070 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah diprediksi melemah ke kisaran Rp18.020–Rp18.070 per dolar AS pada 22 Oktober 2026, dibayangi sentimen The Fed dan risiko fiskal Indon

Rupiah Menguat ke Rp17.882 per USD, Ini Faktor Pendorongnya

Rupiah Menguat ke Rp17.882 per USD, Ini Faktor Pendorongnya

Rupiah menguat 84 poin menjadi Rp17.882 per dolar AS pada perdagangan Jumat (2/10), seiring turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Rp2.589.000 per Gram

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Rp2.589.000 per Gram

Harga emas Antam naik Rp10.000 menjadi Rp2.589.000 per gram pada 27 Oktober 2026. Simak daftar harga Antam, Galeri24, dan UBS di Pegadaian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer