
batampos - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui peresmian Waste Station di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (5/11).
Fasilitas hasil kolaborasi BTN, Pemerintah Kabupaten Banyumas, dan Rekosistem tersebut memungkinkan masyarakat menyetorkan sampah anorganik untuk mendapatkan nilai ekonomi yang dapat dicairkan melalui rekening BTN.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, Waste Station merupakan bagian dari strategi Beyond Mortgage yang memperluas peran BTN dari pembiayaan perumahan ke pengembangan ekosistem yang mendukung kualitas hidup masyarakat.
"Sekarang BTN itu sudah Beyond Mortgage. Nah, Beyond Mortgage-nya itu kita bukan hanya mengelola rumah, tapi juga semua ekosistemnya," ujar Hermita saat peresmian Waste Station di Purwokerto.
Menurutnya, BTN mengembangkan lima ekosistem utama, yakni pemerintah daerah, kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan perdagangan. Ekosistem tersebut dinilai berkaitan erat dengan kebutuhan hunian dan aktivitas masyarakat yang menghasilkan sampah.
Karena itu, pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya BTN membangun ekosistem perumahan yang lebih berkelanjutan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, sampah rumah tangga menyumbang sekitar 50,8 persen dari total timbulan sampah nasional yang mencapai 33,79 juta ton.
Sampah Ditukar Jadi Uang
Hermita mengatakan BTN membuka peluang kerja sama dengan pengembang perumahan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah untuk memperluas pengelolaan sampah.
Salah satu upaya yang didorong yakni menyediakan fasilitas pemilahan sampah di kawasan perumahan agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.



