Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp 18.130 per Dolar AS

J
Penulis: JawaPos❯
Teller menunjukan mata uang Dolar AS dan Rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Jawa Pos)
Teller menunjukan mata uang Dolar AS dan Rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Jawa Pos)

Advertisement

batampos – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan kembali melemah pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Sebelumnya, rupiah ditutup menguat 86 poin ke level Rp 18.082 per dolar AS pada perdagangan Kamis (5/11).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah.

"Untuk perdagangan (6/11) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.080 - Rp 18.130,” ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/11).

Advertisement

Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah kali ini akan dipengaruhi sejumlah sentimen domestik, terutama perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 tercatat sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang tumbuh 5,29 persen.

Capaian itu menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih cukup kuat. Konsumsi masyarakat, kegiatan usaha, investasi, serta belanja pemerintah dinilai masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Advertisement

Meski demikian, pertumbuhan tersebut masih lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen.

Kondisi ini menunjukkan pemulihan ekonomi belum sepenuhnya merata. Karena itu, peningkatan daya beli masyarakat dan investasi sektor swasta masih dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Ibrahim mengatakan, pelaku pasar juga akan mencermati kualitas pertumbuhan ekonomi, terutama terkait daya beli masyarakat, inflasi, pergerakan nilai tukar, serta kemampuan pemerintah menjaga stabilitas fiskal.

“Jika pertumbuhan terus terjaga tanpa tekanan inflasi yang tinggi, hal ini dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Rupiah Diprediksi Melemah hingga Rp 18.320 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Melemah hingga Rp 18.320 per Dolar AS

Rupiah diperkirakan melemah ke kisaran Rp 18.000–Rp 18.320 per dolar AS pada 2–6 November 2026. Kebijakan The Fed dan data ekonomi jadi perh

Rupiah Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI

Rupiah Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI

Rupiah menyentuh Rp18.000 per dolar AS. BI menyebut tekanan inflasi global, risiko fiskal, kebutuhan valas, dan arus modal menjadi faktor pe

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp17.950, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp17.950, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak

Rupiah diperkirakan melemah ke kisaran Rp17.900-Rp17.950 per dolar AS pada Selasa (29/9), tertekan konflik Timur Tengah dan harga minyak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer