
batampos – Maraknya kasus penipuan online yang menyasar masyarakat melalui berbagai platform digital menjadi perhatian aparat kepolisian. Polsek Sagulung mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.
Kapolsek Sagulung, Husnul Afkar, mengatakan pelaku penipuan biasanya memanfaatkan berbagai cara untuk menarik perhatian korban, mulai dari menawarkan pekerjaan dengan imbalan tinggi hingga menjual barang dengan harga yang jauh di bawah pasaran.
“Masyarakat harus lebih hati-hati dan waspada dalam setiap transaksi digital. Jangan mudah percaya dengan tawaran yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat,” ujar Husnul, Senin (22/6).
Menurutnya, salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat adalah memastikan kewajaran harga barang yang ditawarkan dan tidak mudah tergiur dengan promosi yang terlihat terlalu menguntungkan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk lebih selektif saat menerima pesan berisi tautan atau iklan dari sumber yang tidak dikenal, terutama yang mengatasnamakan layanan perbankan, aplikasi e-commerce, maupun dompet digital.
Baca Juga: Penumpang Trans Batam Naik 20 Persen
“Jangan asal mengklik tautan atau iklan yang sumbernya tidak jelas. Pelaku sering memanfaatkan modus tersebut untuk mencuri data pribadi dan mengakses rekening korban,” katanya.
Husnul juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengunduh aplikasi dari tautan yang dibagikan melalui grup percakapan maupun pesan pribadi di aplikasi perpesanan instan seperti WhatsApp dan Telegram.
Ia menegaskan bahwa data penting seperti PIN, kata sandi, maupun kode OTP harus dijaga kerahasiaannya dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun.
“Segera laporkan dan blokir nomor WhatsApp yang mengatasnamakan aplikasi atau layanan tertentu. Sebelum bertransaksi, pastikan reputasi penjual telah terpercaya,” tegasnya.



