Batampos – Penyidikan kasus pembunuhan Bela Yudela yang ditemukan tewas di kamar indekos kawasan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, terus berlanjut. Kepolisian saat ini fokus melengkapi berkas perkara dan memperkuat alat bukti sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Lubuk Baja telah memeriksa delapan orang saksi untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang menewaskan wanita muda tersebut. " Sejauh ini, delapan orang saksi sudah kita mintai keterangan," ujar Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Noval Adimas, Senin (22/12/2025).
Menurut Noval, pemeriksaan saksi dilakukan secara bertahap sejak awal penanganan kasus. Keterangan para saksi dinilai penting untuk melengkapi berkas perkara sekaligus mendalami peran tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.
Baca Juga: Wanita yang Tewas di Kamar Kos Ternyata Korban Pembunuhan, Pelakunya Sang Pacar
Saksi yang telah diperiksa antara lain rekan kerja korban yang pertama kali menemukan jasad Bela di dalam kamar kos, serta sejumlah pihak yang mengetahui kondisi dan situasi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Kasus ini mencuat setelah jasad Bela Yudela ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah indekos di Jalan Dahlia, Kelurahan Batu Selicin. Penemuan tersebut sempat menggegerkan warga sekitar dan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif oleh kepolisian.
Bela diketahui merupakan warga kelahiran Sumatera Selatan. Ia ditemukan tewas oleh teman kerjanya yang datang ke indekos setelah korban tidak masuk kerja selama beberapa hari dan tidak dapat dihubungi.
Dalam proses penyidikan, polisi juga memeriksa sejumlah pihak yang memiliki kedekatan dengan korban guna memperjelas hubungan korban dengan tersangka serta latar belakang terjadinya tindak pidana tersebut.
Sebelumnya, polisi telah mengamankan terduga pelaku berinisial MTA, yang diketahui merupakan kekasih korbandan sempat tinggal bersama Bela di kamar kos tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga meninggal dunia akibat tindakan kekerasan berupa cekikan menggunakan kaos yang dilakukan oleh tersangka. Saat ini, MTA masih menjalani pemeriksaan intensif, sementara penyidik terus mengumpulkan alat bukti tambahan untuk menuntaskan penyidikan kasus pembunuhan tersebut. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak