Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Warga Resah, Polisi Intensifkan Penyuluhan Perlindungan Anak

Eusebius Sara • Rabu, 18 Maret 2026 | 12:00 WIB

Kapolresta Barelang Kombes Anggoro. F.Cecep Mulyana
Kapolresta Barelang Kombes Anggoro. F.Cecep Mulyana

batampos – Kasus kekerasan seksual terhadap pelajar di Kota Batam belakangan ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah kasus yang terungkap ke publik menuai kecaman luas, terutama di media sosial.

Warga menyoroti maraknya kasus tersebut dan mendesak penindakan tegas terhadap pelaku. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap kondisi korban juga mengemuka, mengingat dampak trauma yang dapat ditimbulkan jika tidak mendapat pendampingan yang tepat.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, menegaskan pihaknya terus menangani kasus-kasus tersebut secara serius, baik dari sisi penegakan hukum maupun pencegahan.

“Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga melakukan pembinaan melalui penyuluhan kepada masyarakat,” ujar Anggoro.

Ia menjelaskan, kegiatan penyuluhan dilakukan secara rutin oleh Satuan Binmas Polresta Barelang bersama jajaran polsek. Program ini menyasar masyarakat hingga lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesadaran akan perlindungan anak.

Menurutnya, peran keluarga menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kekerasan maupun penyimpangan perilaku pada anak dan remaja. Pengawasan orang tua serta pendidikan nilai dan moral dinilai sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter.

“Peran keluarga sangat penting, termasuk dalam memberikan pendidikan dan pengawasan sejak dini,” katanya.

Terkait kemungkinan penerapan kurikulum khusus di sekolah sebagai upaya pencegahan, pihak kepolisian menyatakan masih perlu berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan.

“Hal itu perlu dibahas bersama pihak sekolah dan dinas terkait,” ujarnya.

Sementara itu, kasus dugaan pencabulan terhadap pelajar di salah satu SMP di kawasan Bengkong masih dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Barelang. Terduga pelaku merupakan warga negara asing yang hingga kini masih dalam proses pelacakan.

Selain kasus tersebut, sebelumnya juga terungkap perkara lain, termasuk dugaan pencabulan oleh seorang guru di salah satu SMK di Batam.

Rangkaian kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya penguatan sistem perlindungan anak, pengawasan lingkungan, serta edukasi yang berkelanjutan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. (*)

Editor : Jamil Qasim