batampos – Kemacetan parah kerap terjadi di ruas Jalan S Parman, tepatnya di Simpang Bagan, Kecamatan Sei Beduk, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas harian dan dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Robi, warga Piayu, mengatakan kemacetan di kawasan itu sudah berlangsung lama dan nyaris menjadi pemandangan rutin. Pada jam tertentu, pengendara bahkan bisa terjebak antrean hingga satu jam.
“Kalau sudah jam sibuk, bisa macet sampai sejam. Mau berangkat kerja jadi telat, urusan lain juga ikut terganggu,” ujar Robi.
Menurutnya, kemacetan dipicu kondisi jalan yang masih satu lajur serta posisi simpang yang berdekatan dengan pertigaan. Situasi tersebut kian diperparah oleh perilaku pengendara yang saling berebut saat melintas.
“Banyak pengendara tidak mau mengalah, saling serobot untuk mendahului. Akhirnya macet makin parah,” katanya.
Tak hanya padat, kondisi fisik Jalan S Parman juga dinilai memprihatinkan. Sejumlah titik jalan berlubang dan bergelombang sehingga memaksa kendaraan melambat dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Sudah seharusnya diperbaiki total, sekalian dilebarkan. Penduduk Sei Beduk makin padat, kendaraan juga semakin ramai,” ujarnya.
Kapolsek Sei Beduk Iptu Alex Yasral membenarkan Simpang Bagan merupakan salah satu titik rawan kemacetan di wilayah tersebut. Pihak kepolisian, kata dia, telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
“Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah untuk memecah kepadatan arus,” jelas Alex.
Dalam skema tersebut, seluruh kendaraan akan dialihkan melalui kawasan GMP. Sementara arus dari arah Mukakuning tidak lagi diperbolehkan melintas melalui jalur ATB.
Ia juga mengimbau pengendara agar lebih tertib dan saling mengalah demi kelancaran lalu lintas.
“Kesadaran pengendara sangat penting. Kalau tidak tertib, kemacetan akan terus berulang,” tutupnya. (*)
Editor : M Tahang