Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

PSMTI Lingga: Tahun Kuda Api Simbol Perubahan Cepat

Jamil Qasim • Selasa, 17 Februari 2026 | 10:00 WIB
ilustrasi
ilustrasi

 

batampos – Perayaan Tahun Baru Imlek ke-2577 pada 2026 menandai masuknya Tahun Kuda Api dalam kalender lunar Tiongkok. Pergantian tahun ini diyakini membawa energi kuat yang identik dengan perubahan cepat, keberanian, dan momentum kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lingga, masyarakat Tionghoa menyambut Imlek dengan doa, harapan, serta berbagai ritual tradisi sebagai simbol awal perjalanan baru yang lebih baik.

Ketua Persatuan Masyarakat Tionghoa Indonesia Kabupaten Lingga, KwetSan, mengatakan kombinasi shio Kuda dan elemen Api merupakan salah satu energi terkuat dalam siklus 60 tahunan kalender Tionghoa.

“Kuda Api ini simbol energi kuat yang melambangkan keberanian, kecepatan perubahan, dan momentum kemajuan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (16/2).

Menurutnya, dalam tradisi astrologi Tionghoa, shio Kuda berada di urutan ketujuh dari dua belas hewan zodiak. Sejak zaman kerajaan, kuda memiliki peran penting sebagai alat transportasi, perdagangan, hingga ekspansi wilayah.

Karena itu, tahun Kuda sering dikaitkan dengan mobilitas tinggi, pergerakan ekonomi, perjalanan, serta perubahan sosial. Dalam kepercayaan budaya Tionghoa, tahun Kuda lebih identik dengan masa bergerak maju dibanding bertahan.

Selain shio, kalender Tionghoa mengenal lima unsur alam, yakni kayu, api, tanah, logam, dan air. Elemen Api melambangkan ambisi, kepemimpinan, popularitas, serta keberanian mengambil risiko.

Ketika unsur Api berpadu dengan Kuda, maknanya menjadi energi berlipat yang mencerminkan percepatan sekaligus perubahan drastis. Praktisi feng shui menyebut Tahun Kuda Api sebagai periode akselerasi, yakni fase ketika peluang dan tantangan datang dalam tempo cepat.

Secara filosofis, perayaan Imlek bukan sekadar pergantian tahun, tetapi momen menyelaraskan energi kehidupan. Tradisi membersihkan rumah sebelum Imlek dimaknai sebagai upaya meninggalkan kesialan masa lalu, sementara makan malam keluarga menjadi simbol keharmonisan di tengah dinamika perubahan.

KwetSan berharap Imlek 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk berani mengambil langkah dan menciptakan perubahan positif.

“Ini bukan sekadar pergantian kalender, tetapi pesan untuk bergerak lebih cepat, berani mengambil keputusan, dan membangun masa depan lebih baik,” tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim