Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Mentah Rebound, Eskalasi AS-Iran Bayangi Pasokan Global

j
Penulis: jpg❯
Ilustrasi minyak mentah dunia.
Ilustrasi minyak mentah dunia.

Advertisement

batampos – Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (29/6) setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Eskalasi terbaru memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan minyak global dan masa depan kesepakatan damai kedua negara.

Mengutip data Investing, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 1,24 persen menjadi USD 70,10 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka menguat 0,96 persen ke level USD 73,32 per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah pekan lalu harga Brent sempat anjlok 10,6 persen, mencatat penurunan mingguan ketiga secara beruntun. Pelemahan tersebut dipicu meningkatnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz ke level tertinggi sejak konflik pecah beberapa bulan lalu.

Advertisement

Namun, optimisme pasar kembali memudar setelah terjadi serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sejak Kamis lalu, termasuk sebuah kapal tanker yang memiliki keterkaitan dengan Qatar. Insiden tersebut memicu aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran, sekaligus memperburuk situasi keamanan di kawasan Teluk.

"Pasar kemungkinan akan meninjau kembali asumsi bahwa pemulihan pasokan minyak dari Teluk Persia akan berlangsung cepat," tulis analis ANZ dalam laporan yang dikutip Reuters.

Pasokan Masih Belum Stabil

Advertisement

Di tengah meningkatnya ketegangan, muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan sementara permusuhan serta melanjutkan perundingan di Qatar terkait sengketa Selat Hormuz.

Meski demikian, laporan tersebut masih belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh Reuters sehingga pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Sementara itu, perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Aramco, kembali melakukan pemuatan minyak mentah di terminal Ras Tanura setelah aktivitas tersebut sempat terhenti selama hampir empat bulan akibat konflik kawasan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya produsen Timur Tengah mempercepat ekspor minyak dan gas seiring meningkatnya produksi pasca tercapainya kesepakatan sementara.

Namun, menurut analis ANZ, pasokan minyak global belum akan pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.

Advertisement
Editor : Jamil Qasim

Artikel Terkait

Rupiah Tertekan Harga Minyak, Risiko Defisit APBN 2026 Meningkat

Rupiah Tertekan Harga Minyak, Risiko Defisit APBN 2026 Meningkat

Rupiah diproyeksi melemah ke Rp18.180 per dolar AS pada 27 Oktober 2026, dibayangi keputusan The Fed dan kenaikan harga minyak dunia.

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

“Harga minyak dunia kembali naik di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran dan kekhawatiran terhadap pemulihan pasokan energi dari Timur Ten

Harga Minyak Dunia Naik Turun di Tengah Kebuntuan Diplomatik AS-Iran

Harga Minyak Dunia Naik Turun di Tengah Kebuntuan Diplomatik AS-Iran

Harga minyak mentah dunia bergerak fluktuatif. Brent naik ke 97,88 dolar AS per barel, sementara WTI turun di tengah kebuntuan AS-Iran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer