
batampos – Harga minyak mentah dunia melonjak pada perdagangan Jumat (6/11/2026) pagi. Kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga minyak.
Mengutip Investing, Jumat (6/11) pukul 07.53 WIB, minyak mentah Brent naik 4,70 poin atau 4,97 persen ke level USD 99,32 per barel. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan perdagangan Kamis (5/11) pagi yang berada di level USD 94,62 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat tercatat di level USD 90,97 per barel.
Mengutip Reuters, kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan. Hal ini menyusul serangkaian serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk.
Analis komoditas UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan ketidakpastian konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang menopang harga minyak.
"Situasi di Timur Tengah masih belum terselesaikan, sehingga harga minyak mengalami pemulihan," ujarnya.
Kekhawatiran pasar juga meningkat setelah sejumlah kapal tanker dilaporkan mengalami insiden serangan. Badan keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), mencatat sedikitnya lima kapal melaporkan insiden sejak Minggu.
Jumlah tersebut mendekati rekor pada Oktober lalu. Saat itu, UKMTO mencatat 35 kapal mengalami insiden, menjadi angka tertinggi selama konflik berlangsung.
Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, menilai laporan mengenai kapal tanker yang terkena ranjau maupun menjadi sasaran drone terus membayangi pergerakan harga minyak dunia.



