Serangan Houthi Mengancam Riyadh, MBS Dikabarkan Berlindung di Istana Berbunker

batampos – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dikabarkan menggunakan istana yang dilengkapi bunker di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Riyadh.
Informasi tersebut dilaporkan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), Senin (12/10), dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui situasi keamanan di Arab Saudi.
Menurut laporan itu, MBS terakhir kali muncul di hadapan publik pada 6 Oktober saat mendonorkan darah dalam sebuah program donor darah. Belum ada keterangan lebih lanjut dalam laporan tersebut mengenai alasan ia tidak kembali tampil di depan publik.
Pertahanan Udara Diperkuat
Laporan WSJ menyebutkan, otoritas Arab Saudi menghadapi tantangan dalam melindungi wilayah negaranya yang luas dari serangan udara. Kondisi tersebut mendorong pemerintah memindahkan sejumlah baterai pertahanan udara untuk memperkuat perlindungan terhadap istana dan infrastruktur energi.
Arab Saudi juga dilaporkan meminta bantuan Pakistan, negara yang menjadi salah satu mitra militernya, serta berupaya memperoleh sistem pertahanan udara dari sejumlah negara lain.
Di tengah meningkatnya ancaman keamanan, Riyadh disebut semakin mempertimbangkan penyelesaian konflik dengan kelompok Houthi melalui jalur diplomatik.
Fasilitas Minyak dan Bandara Jadi Sasaran
Kelompok Houthi dilaporkan kembali menyerang fasilitas minyak Arab Saudi sejak bentrokan dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh kembali terjadi pada pertengahan Juli. Bentrokan itu mengakhiri jeda konflik yang berlangsung sekitar empat tahun.
Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Riyadh juga dilaporkan berulang kali menjadi sasaran serangan.
Berdasarkan data yang disebut berasal dari Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sementara itu, serangan pada 11 Oktober dilaporkan menewaskan satu orang dan menyebabkan 11 orang terluka.
Serangan tersebut juga dilaporkan mengenai dua terminal penumpang hingga memicu kebakaran.


