
batampos – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Arab Saudi, mulai dari kilang minyak, pangkalan militer, hingga bandara. Eskalasi ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan minyak dunia dan jalur perdagangan internasional.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim pihaknya menyerang kilang minyak Ras Tanura menggunakan rudal balistik. Serangan tersebut disebut memicu kebakaran di kompleks kilang yang menjadi salah satu pusat pengolahan dan ekspor minyak terbesar Arab Saudi.
Namun, otoritas Arab Saudi belum mengonfirmasi secara langsung klaim serangan tersebut.
Bloomberg News, mengutip sumber yang mengetahui kejadian itu, melaporkan bahwa kebakaran di dekat terminal Ras Tanura telah berhasil dikendalikan.
Kilang Ras Tanura memiliki kapasitas pengolahan sekitar 550 ribu barel minyak per hari. Kompleks ini juga dilengkapi terminal pengapalan yang berperan penting dalam distribusi minyak Saudi ke pasar internasional.
Selain fasilitas energi, Houthi mengklaim menyerang sejumlah target militer dan infrastruktur strategis lainnya.
Saree menyebut serangan diarahkan ke dua pesawat angkut militer di Bandara Najran, pangkalan udara di Khamis Mushait, gedung Kementerian Pertahanan di Riyadh, serta Bandara Abha.
Meski belum seluruh klaim tersebut terkonfirmasi, otoritas pertahanan sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan serangan udara di Riyadh pada Selasa (27/10).
Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian melaporkan bahwa puing-puing hasil pencegatan dua rudal balistik menyebabkan kerusakan pada sebuah bangunan, lokasi konstruksi, dan satu kendaraan.
Koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman juga menyatakan berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan Houthi menuju Riyadh.


