Jepang Luncurkan Wahana MMX, Target Bawa Sampel Bulan Mars ke Bumi pada 2031

batampos - Jepang meluncurkan wahana antariksa untuk menjalankan misi pengambilan sampel dari Phobos, salah satu bulan Mars. Melalui misi Martian Moons Exploration (MMX), Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) berupaya membawa pulang sampel batuan dan pasir dari objek tersebut ke Bumi pada Juli 2031.
Dilansir dari Kyodo, Selasa (20/10), JAXA menyatakan wahana MMX berhasil terpisah dari roket H3 nomor 10 dan memasuki orbit yang telah direncanakan. Keberhasilan ini menandai dimulainya perjalanan wahana menuju sistem Mars.
“Saya yakin kami berhasil menempatkannya di orbit yang dituju dengan presisi luar biasa,” kata Makoto Arita, manajer proyek H3 JAXA, dalam konferensi pers.
“Saya sangat senang MMX, proyek yang menarik perhatian dunia, berhasil diluncurkan,” lanjutnya.
Roket H3 tersebut lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima di Pulau Tanegashima, Jepang barat daya, pukul 04.41 waktu setempat.
Jepang Bidik Sampel dari Phobos
Wahana MMX akan melakukan perjalanan menuju Phobos, bulan Mars yang berukuran lebih besar dibandingkan Deimos, satelit alami Mars lainnya. Phobos mengorbit pada jarak sekitar 6.000 kilometer dari permukaan Mars dan memiliki diameter sekitar 20–30 kilometer.
Dalam misi ini, MMX dirancang untuk mempelajari Phobos sekaligus mengumpulkan sampel material permukaannya. Sampel tersebut diharapkan memberikan petunjuk mengenai asal-usul kedua bulan Mars dan sejarah pembentukan sistem planet tersebut.
Pengambilan sampel dari Phobos menjadi salah satu bagian paling menantang dalam misi ini. Wahana harus mencapai objek yang berukuran relatif kecil, melakukan pengamatan, mengambil material permukaan, kemudian menjalani perjalanan kembali menuju Bumi.
Jika berhasil, misi ini akan menjadi yang pertama membawa sampel langsung dari bulan Mars ke Bumi.



