Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

77 Dapur Makan Bergizi Gratis di Kepri Sempat Berhenti Operasi,

A
Penulis: Antara❯
Sebanyak 77 dapur MBG di Kepulauan Riau sempat menghentikan operasional sementara karena keterlambatan pencairan dana, namun mulai kembali beroperasi setelah sebagian dana operasional disalurkan.   F. ANTARA/Amandine Nadja.
Sebanyak 77 dapur MBG di Kepulauan Riau sempat menghentikan operasional sementara karena keterlambatan pencairan dana, namun mulai kembali beroperasi setelah sebagian dana operasional disalurkan. F. ANTARA/Amandine Nadja.

Advertisement

batampos - Sebanyak 77 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau (Kepri) menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Namun, sejumlah dapur dipastikan mulai kembali beroperasi secara bertahap setelah pencairan dana mulai dilakukan pekan ini.

Kepala Regional SPPG Kepulauan Riau, Anindita Ayu, mengatakan penghentian sementara operasional terjadi di beberapa kabupaten dan kota di Kepri, dengan jumlah terbanyak berada di Kota Batam.

“Memang ada yang berhenti operasional sementara karena belum ada pencairan dana. Per Kamis, 11 Juni, total ada 77 SPPG yang tidak beroperasi sementara,” kata Anindita saat dihubungi di Batam, Jumat (12/6).

Advertisement

Berdasarkan data SPPG Kepri, dari total 239 dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut, sebanyak 53 dapur yang terdampak berada di Batam. Selain itu, tujuh dapur berada di Tanjungpinang, 10 dapur di Karimun, lima dapur di Bintan, satu dapur di Lingga, dan satu dapur di Natuna.

Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi satu-satunya daerah di Kepri yang tidak mengalami penghentian operasional dapur MBG.

Advertisement

Jika dibandingkan dengan kondisi sehari sebelumnya, jumlah dapur yang terdampak mengalami perubahan. Pada Rabu (10/6), tercatat sebanyak 80 dapur menghentikan operasional, terdiri dari 53 dapur di Batam, lima dapur di Tanjungpinang, 17 dapur di Karimun, empat dapur di Bintan, dan satu dapur di Lingga. Saat itu belum ada dapur yang berhenti beroperasi di Natuna.

Anindita menjelaskan bahwa proses pencairan dana operasional sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat pusat. Karena itu, pihaknya di daerah belum dapat memastikan kapan seluruh dana akan tersalurkan ke seluruh dapur yang terdampak.

“Untuk kepastian pencairan kami tidak bisa memastikan karena itu diurus oleh tim keuangan BGN pusat. Kami di daerah menunggu,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan sebagian dapur telah mulai menerima pencairan dana operasional sejak pertengahan pekan ini. Dengan adanya pencairan tersebut, sejumlah dapur diperkirakan dapat kembali menjalankan aktivitas pelayanan pada awal pekan depan.

Advertisement

Artikel Terkait

MBG Buka Peluang Pasar bagi UMKM, Petani, dan Peternak Lokal

MBG Buka Peluang Pasar bagi UMKM, Petani, dan Peternak Lokal

Sebanyak 52.689 UMKM tercatat menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis hingga 9 Oktober 2026.

Penyaluran MBG di Sejumlah Sekolah Batam Terhenti, BGN Mutakhirkan Data Penerima

Penyaluran MBG di Sejumlah Sekolah Batam Terhenti, BGN Mutakhirkan Data Penerima

Penyaluran MBG di sejumlah sekolah negeri di Batam terhenti sementara karena pemutakhiran data penerima manfaat oleh BGN pusat

MBG Pakai Skema Prasmanan, Diklaim Bisa Kurangi Sisa Makanan

MBG Pakai Skema Prasmanan, Diklaim Bisa Kurangi Sisa Makanan

Analis politik Fadhil Abdurrahim mengusulkan skema prasmanan untuk MBG guna mengurangi sisa makanan dan memperkuat pendidikan karakter siswa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer