Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sampai 19 Juli, BMKG Tanjungpinang Imbau Warga untuk Waspadai Angin Kencang Tiba-tiba dan Hujan

Yusnadi BP • Selasa, 17 Juni 2025 | 08:00 WIB
Kondisi cuaca di Tarempa, Kabupaten Anambas terpantau mendung. BMKG memprediksi telah memasuki musim angin utara.
Kondisi cuaca di Tarempa, Kabupaten Anambas terpantau mendung. BMKG memprediksi telah memasuki musim angin utara.

batampos- Masyarakat Tanjungpinang dan Bintan diimbau agar waspada terjadinya perubahan cuaca secara tiba-tiba. Hujan lebat dan angin kencang secara tiba-tiba diprediksi bakal terjadi beberapa hari ke depan.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Robbi Anugrah mengatakan berdasarkan kondisi dinamika atmosfer, secara umum kondisi cuaca di Tanjungpinang dan Bintan, tanggal 16 Juni 2025 hingga 19 Juni 2025, berpotensi berawan dan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dan angin kencang.

Fadris menjelaskan, aliran massa udara di wilayah Pulau Bintan secara umum diprediksi berhembus dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan yang cukup kencang berkisar dari 5 hingga 30 km per jam.

Perkiraan pola angin ke depan masih terdapat belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Kepri. Hal ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di Pulau Bintan.

Sehingga beberapa hari ke depan, diperkirakan cuaca berada dalam kondisi labil ringan hingga sedang yang memberikan dampak pada pertumbuhan awan Cumulonimbus.

"Awan ini dapat menghasilkan hujan ringan hingga lebat dan angin kencang secara tiba-tiba," jelasnya, Senin (16/6).

Robbi mengimbau masyarakat khususnya di Pulau Bintan, agar waspada potensi munculnya awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan lebat dan angin kencang.

"Masyarakat agar waspada terjadi perubahan cuaca terutama pada pagi, siang dan dinihari" imbau Prakirawan BMKG.

Secara positif, hujan penting untuk menjaga ekosistem alam, menyediakan air bersih, dan menurunkan risiko kebakaran hutan.

Namun, hujan yang ekstrem atau berlebihan dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan erosi serta memicu munculnya penyakit. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#bmkg #angin kencang