
batampos — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam kembali menggelar Kenduri Seni Melayu dengan konsep lebih luas dan inklusif.
Tahun ini, rangkaian kegiatan tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi diawali dengan tiga tahap “Jelang Kenduri” yang melibatkan sanggar seni dari seluruh kecamatan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir, mengatakan konsep ini dirancang untuk memberi ruang lebih besar bagi pelaku seni lokal.
Baca Juga: Ungkap 41 Kasus, Jaringan Malaysia Dominasi Peredaran Narkoba di Batam
“Tahun ini kita buat tiga kali Jelang Kenduri agar sanggar-sanggar seni di kecamatan punya panggung lebih luas,” ujarnya, Kamis (9/4).
Jelang Kenduri pertama dijadwalkan pada 18–19 April di Lapangan Sentosa Perdana (SP), melibatkan sanggar dari Sagulung, Batuaji, Sekupang, hingga Belakangpadang.
Tahap kedua akan digelar di Tanjunguma dengan partisipasi sanggar dari Lubukbaja, Batuampar, Batam Kota, dan Bengkong. Sementara tahap ketiga berlangsung di Sungai Beduk, menampilkan kelompok seni dari Sungai Beduk, Nongsa, Galang, dan Bulang.
Kelompok terbaik dari masing-masing tahap akan tampil di puncak Kenduri Seni Melayu tingkat kota di Dataran Engku Putri.
Menurut Samson, skema ini diharapkan mendorong sanggar seni untuk lebih aktif dan berkembang, sekaligus menjadi ajang seleksi alami untuk menampilkan penampilan terbaik.



