
batampos - Putus cinta tidak selalu selesai hanya dengan menghapus foto, berhenti mengikuti akun mantan, atau mencoba melupakan kenangan. Bagi sebagian orang, fase setelah hubungan berakhir bisa berlangsung cukup lama hingga memengaruhi minat, energi, dan motivasi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Salah satu cara yang belakangan banyak dipilih untuk melewati fase tersebut adalah menghabiskan waktu di alam, termasuk dengan mendaki gunung.
Berada di alam memang bukan solusi instan untuk menyembuhkan patah hati. Namun, dari perspektif psikologi, aktivitas di luar ruangan dapat memberikan pengalaman yang membantu seseorang membangun kembali rasa percaya diri, menghadapi tantangan, dan keluar dari rutinitas yang monoton.
Dikutip dari Simply Psychology, Senin (14/9/2026), berikut sejumlah alasan aktivitas di alam, termasuk mendaki gunung, dapat membantu seseorang melewati masa sulit setelah putus cinta.
Membangun Rasa Berhasil Mengatasi Tantangan
Mendaki gunung membuat seseorang harus menyelesaikan tantangan secara bertahap. Tidak ada jalan pintas untuk mencapai tujuan selain terus melangkah.
Ketika berhasil melewati tanjakan, mencapai titik tertentu, atau akhirnya sampai di tujuan, muncul pengalaman keberhasilan yang dalam psikologi dapat berkaitan dengan sense of mastery, yakni perasaan bahwa seseorang mampu mengendalikan dan menyelesaikan tantangan.
Pengalaman tersebut dapat membantu membangun keyakinan terhadap kemampuan diri. Dalam konteks setelah putus cinta, rasa mampu menghadapi tantangan dapat menjadi bagian dari proses membangun kembali kepercayaan diri yang sempat terganggu.
Pengalaman Baru Bisa Menghidupkan Kembali Motivasi
Putus cinta terkadang membuat seseorang terjebak dalam rutinitas yang sama. Hari-hari diisi dengan mengingat hubungan yang telah berakhir atau memikirkan berbagai kemungkinan yang sudah tidak dapat diubah.
Beraktivitas di alam menawarkan pengalaman yang berbeda. Menjelajahi jalur baru, melihat pemandangan, dan menghadapi kondisi yang tidak selalu bisa diprediksi dapat memberikan rangsangan baru bagi pikiran.
Pengalaman baru juga berkaitan dengan rasa ingin tahu dan sistem penghargaan di otak. Karena itu, aktivitas eksplorasi dapat membuat seseorang kembali memiliki sesuatu untuk dinantikan dan dikerjakan.



