Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pikiran Lagi Penuh? Coba Journaling, Ini 7 Manfaatnya

A
Penulis: Antara❯
Bagi sebagian orang, menuangkannya dalam tulisan dapat menjadi cara sederhana untuk memahami apa yang sedang dirasakan. Kegiatan ini dikenal sebagai journaling. (getty image)
Bagi sebagian orang, menuangkannya dalam tulisan dapat menjadi cara sederhana untuk memahami apa yang sedang dirasakan. Kegiatan ini dikenal sebagai journaling. (getty image)

Advertisement

batampos - Pikiran yang sedang penuh terkadang sulit diceritakan kepada orang lain. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menuangkan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan adalah melalui journaling.

Journaling merupakan aktivitas menuangkan ide, pikiran, perasaan, emosi, maupun pengalaman ke dalam bentuk tulisan. Kegiatan ini dapat dilakukan menggunakan buku dan alat tulis, mengetik melalui komputer atau ponsel, hingga menggunakan gambar atau bentuk visual lainnya.

Tidak ada aturan baku mengenai bentuk maupun isi jurnal. Setiap orang dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan cara yang paling nyaman.

Advertisement

Dalam penelitian psikologi, aktivitas menulis untuk mengungkapkan pengalaman dan emosi juga dikenal sebagai expressive writing. Salah satu tokoh yang banyak dikenal dalam penelitian mengenai praktik ini adalah psikolog James W. Pennebaker, yang meneliti hubungan antara pengungkapan pengalaman emosional melalui tulisan dan kesehatan.

Lantas, apa saja manfaat journaling yang dapat diperoleh jika dilakukan secara rutin?

1. Membantu Mengelola Emosi

Advertisement

Journaling dapat menjadi ruang pribadi untuk menuangkan perasaan. Rasa kecewa, sedih, marah, maupun cemas dapat dituliskan tanpa harus langsung disampaikan kepada orang lain.

Menuliskan perasaan juga dapat membantu seseorang mengamati emosi yang muncul dalam situasi tertentu. Dari catatan tersebut, seseorang dapat mulai mengenali hal-hal yang memicu emosi tertentu.

2. Membantu Menata Pikiran Saat Stres

Ketika menghadapi banyak persoalan secara bersamaan, berbagai hal dapat terasa menumpuk di dalam pikiran.

Advertisement

Artikel Terkait

 10 Cara Ibu Baru Kembali Peduli Diri Sendiri Setelah Melahirkan

10 Cara Ibu Baru Kembali Peduli Diri Sendiri Setelah Melahirkan

10 cara ibu baru merawat diri setelah melahirkan untuk menjaga kesehatan mental, emosi, dan keseimbangan hidup.

Tiba-Tiba Bad Mood Setelah Baca Informasi Negatif? Ini 3 Cara Mengatasinya

Tiba-Tiba Bad Mood Setelah Baca Informasi Negatif? Ini 3 Cara Mengatasinya

Informasi negatif bisa terbawa ke aktivitas lain dan memicu bad mood. Kenali pemicu dan coba 3 cara sederhana untuk mengatasinya.

4 Alasan Naik Gunung Bisa Membantu Move On Setelah Putus Cinta

4 Alasan Naik Gunung Bisa Membantu Move On Setelah Putus Cinta

Naik gunung dan menghabiskan waktu di alam dapat membantu proses move on setelah putus cinta melalui pengalaman baru dan tantangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer