Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tes DNA Berbasis AI Mulai Dikembangkan untuk Kenali Risiko Kanker

J
Penulis: JawaPos❯
Ilustrasi AI pada dunia kesehatan. (Pinterest)
Ilustrasi AI pada dunia kesehatan. (Pinterest)

Advertisement

batampos – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan dalam pendekatan kesehatan personal. Teknologi ini memungkinkan integrasi berbagai informasi, mulai dari data genetik hasil pemeriksaan DNA dan hasil laboratorium hingga pola makan serta aktivitas harian, untuk membantu memberikan gambaran kesehatan seseorang secara lebih menyeluruh.

Salah satu pendekatan tersebut dikembangkan Regene Genomics melalui platform kesehatan berbasis AI. Platform ini menggabungkan informasi genetik, hasil pemeriksaan laboratorium diagnostik, data perangkat wearable, serta faktor gaya hidup untuk membantu memahami kondisi dan kecenderungan risiko kesehatan individu.

CEO Regene Genomics, Vichi Lestari, mengatakan kebutuhan kesehatan setiap orang berbeda sehingga pemeriksaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Advertisement

“Kami ingin menjadikan pemeriksaan DNA semakin relevan dengan kehidupan sehari-hari. Setiap individu memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda sehingga dapat memilih pemeriksaan DNA yang sesuai,” ujar Vichi dalam keterangannya, Jumat (16/10).

Pemeriksaan DNA Regene dapat memberikan informasi mengenai predisposisi genetik atau kecenderungan seseorang terhadap risiko penyakit tertentu, termasuk kanker. Melalui panel pemeriksaan khusus, seperti Cance-R dan PRIM-O, informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memahami risiko kesehatan dan mendiskusikan langkah pencegahan bersama tenaga medis.

Pendekatan ini melengkapi pemeriksaan kesehatan rutin yang menggambarkan kondisi tubuh pada saat pemeriksaan dilakukan. Sementara itu, informasi genetik dapat membantu memberikan gambaran mengenai kecenderungan risiko yang mungkin dimiliki seseorang.

Advertisement

Meski demikian, hasil pemeriksaan DNA bukanlah diagnosis dan tidak dapat memastikan seseorang akan mengalami penyakit tertentu. Faktor genetik juga bukan satu-satunya penentu risiko penyakit. Karena itu, hasil pemeriksaan perlu ditafsirkan secara tepat bersama tenaga medis untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan atau langkah pencegahan.

Pemeriksaan DNA dan Perlindungan Finansial

Selain pemanfaatan teknologi dalam pemeriksaan kesehatan, perhatian terhadap risiko kanker juga berkaitan dengan pentingnya deteksi dini dan kesiapan finansial.

Bersama Great Eastern Life Indonesia, terdapat program Great Double Care yang menggabungkan pemeriksaan DNA dengan manfaat perlindungan asuransi kanker hingga Rp 150 juta.

Advertisement
Editor : Cipi Ckandina

Artikel Terkait

Waspada Oli Palsu, Kenali 4 Ciri Oli Pertamina Asli

Waspada Oli Palsu, Kenali 4 Ciri Oli Pertamina Asli

Kenali empat ciri oli Pertamina asli, mulai dari kemasan triple layer, nomor batch, hologram, hingga QR Code untuk menghindari oli palsu.

Kenali Influenza Tipe A, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Kenali Influenza Tipe A, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Kenali influenza tipe A, mulai dari gejala, kelompok rentan, pengobatan, hingga cara mencegah penularannya melalui kebiasaan hidup sehat dan

Riset: 3,2 Persen Orang Dewasa Pernah Salahgunakan AI untuk Konten Seksual

Riset: 3,2 Persen Orang Dewasa Pernah Salahgunakan AI untuk Konten Seksual

Riset RMIT University menemukan 3,2 persen orang dewasa di Australia, Inggris, dan AS pernah menyalahgunakan AI untuk membuat atau menyebark

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer