Batampos - Tim Gabungan BPBD Lingga bersama TNI-Polri menghentikan upaya pencarian terhadap Eno dan Aris, warga Lingga yang hilang kontak saat berlayar menuju Kota Batam. Penghentian pencairan terhadap Eno dan Aris ini disampaikan langsung oleh kepalam BPBD Lingga pada Kamis (26/2/2026).
Diketahui, Rabu 18 Februari 2026, Eno dan Aris berlayar dari Kabupaten Lingga dengan tujuan Batam menggunakan kapal pompong untuk mengangkut barang kebutuhan pokok (Sembako).
Keesokan harinya, sekitar pukul 09.00 WIB, Eno selaku nahkoda kapal sempat mengirimkan titik koordinat mereka kepada pemilik kapal pompong tersebut melalui pesan WhatsApp.
Setelah satu jam Eno mengirimkan titik koordinat, kapal tersebut hilang kontak sekitar pukul 10.00 WIB. Diduga posisi kapal tersebut masih berada di perairan Selat Pintu, Kecamatan Temiang Pesisir.
Upaya komunikasi terus dilakukan oleh pemilik kapal. Namun, tidak ada respon maupun jawaban dari nahkoda kapal tersebut.
Pada Jumat 20 Februari 2026, pemilik kapal berinisiatif pergi menuju titik koordinat yang sempat diberikan nahkoda kapal sebelum hilang kontak. Setibanyak dilokasi titik kordinat yang diberikan, angin kencang dan ombak besar serta cuaca yang tidak mendukung memaksa pemilik kapal hasur pulang kembali karena sangat beresiko.
Setelah kembali, pemilik kapal langsung melaporkan kepada Basarnas Lingga guna membantu melakukan pencarian terhadap kapal pompong yang bermuatan Nahkoda dan ABK diduga hilang kontak tersebut.
Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal mengatakan pencarian terpaksa dihentikan, karena kondisi di lapangan dan kekuatan logistik yang dimiliki BPBD terbatas.
"Tugas kita sekarang membantu Basarnas melakukan pencarian. Namun, karena keterbatasan logistik dan setelah melakukan penyisiran tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaan kapal dan orang terpaksa kami hentikan," ujar Okta, Kamis (26/2/2026).
Okta mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan upaya pencarian di titik kordinat yang dilaporkan. Namun, setelah 7 hari melakukan pencarian hasilnya masih nihil. (*)