Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alibaba Perkenalkan Qwen 3.6 Plus, AI Coding Mandiri Siap Ubah Cara Developer Bekerja

J
Penulis: Juliana Belence❯
Alibaba merilis Qwen 3.6 Plus. (x.com/Anandzork)
Alibaba merilis Qwen 3.6 Plus. (x.com/Anandzork)

Advertisement

batampos - Alibaba memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan global dengan meluncurkan model terbaru bernama Qwen 3.6 Plus. 

Teknologi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan AI yang tidak hanya pintar berbicara, tetapi mampu menyelesaikan tugas kompleks secara mandiri.

Fitur utama Qwen 3.6 Plus adalah peningkatan besar dalam agentic coding. 

Advertisement

Kemampuan Qwen 3.6 yaitu, dikutip dari Alibaba Cloud:

  • Menulis, memperbaiki, dan menjalankan kode secara otomatis
  • Menangani tugas coding kompleks lintas proyek
  • Melakukan operasi terminal dan debugging secara mandiri
  • Menyelesaikan workflow pengembangan software end to end

Advertisement

Alibaba menyebut peningkatan sebagai lompatan besar dari sekadar AI yang menjelaskan kode menjadi AI yang benar - benar bisa bekerja seperti programmer.

Qwen 3.6 Plus dirancang untuk penggunaan praktis di dunia bisnis dan pengembangan perangkat lunak.

AI bahkan mampu mengubah desain visual seperti screenshot atau sketsa menjadi kode frontend siap pakai, serta membantu seluruh siklus pengembangan software dari perencanaan hingga pengujian.

Qwen 3.6 Plus disebut mampu bersaing dengan model AI top global, seperti Anthropic, OpenAI, dan Google. Performanya di beberapa tes agentic coding disebut mendekati dengan model flagship pesaing.

Qwen 3.6 Plus secara eksplisit dirancang untuk menjadi fondasi AI agen dunia nyata. Model ini tersedia melalui API tidak sepenuhnya open source.

Qwen 3.6 Plus menandai pergeseran besar dalam perkembangan AI dari sekadar alat bantu menjadi sistem yang mampu bekerja secara mandiri.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Alibaba dan Sejumlah Perusahaan Besar Tiongkok Masuk Daftar Hitam di AS

Alibaba dan Sejumlah Perusahaan Besar Tiongkok Masuk Daftar Hitam di AS

Amerika Serikat (AS) memasukkan daftar hitam berbagai perusahaan besar Tiongkok di negara itu. Sebut saja Alibaba, BYD, Baidu, dan lainnya…

Riset: 3,2 Persen Orang Dewasa Pernah Salahgunakan AI untuk Konten Seksual

Riset: 3,2 Persen Orang Dewasa Pernah Salahgunakan AI untuk Konten Seksual

Riset RMIT University menemukan 3,2 persen orang dewasa di Australia, Inggris, dan AS pernah menyalahgunakan AI untuk membuat atau menyebark

Keamanan Data Indonesia Dinilai Rapuh di Tengah Ancaman AI

Keamanan Data Indonesia Dinilai Rapuh di Tengah Ancaman AI

Ancaman siber di Indonesia semakin canggih dengan pemanfaatan AI, sementara kebocoran data masih berulang. Simak langkah melindungi data pri

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer