Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ini Perbedaan Penyakit Penyebab Kematian di Indonesia dan Malaysia

Chahaya Simanjuntak • Senin, 21 Oktober 2024 | 06:10 WIB

Dokter Mohamad Ismail bin Ali. F Chahaya Simanjuntak
Dokter Mohamad Ismail bin Ali. F Chahaya Simanjuntak

batampos - Pakar Kesehatan Malaysia, Profesor Mohamad Ismail bin Ali menyebutkan, meskipun Indonesia dan Malaysia berbagi banyak kesamaan, pola penyebab kematian di kedua negara berbeda.

Di Indonesia, penyakit jantung dan stroke  adalah penyebab utama kematian, lalu diikuti oleh kanker. Sementara itu, di Malaysia, kanker menduduki   posisi teratas penyakit sebagai penyebab utama kematian, diikuti oleh penyakit jantung dan komplikasi darah akibat diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

" Stroke, justru, berada di peringkat yang lebih rendah kalau di Malaysia," ujar pria yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis bedah di KPJ Johor Specialist Hospital ini.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, empat penyakit penyebab kematian di Indonesia yakni:

  1. Stroke: Stroke merupakan penyebab utama kematian di Indonesia, dengan gaya hidup sedentari, konsumsi makanan tinggi lemak, dan kurangnya olahraga menjadi faktor-faktor risikonya. Stroke yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan diabetes sering kali menjadi penyebab kematian mendominasi.
  2. Jantung: Penyakit jantung juga menjadi penyebab kematian yang signifikan, dengan hipertensi, konsumsi alkohol, merokok, dan pola makan yang buruk sebagai faktor risiko utamanya.
  3. Kanker: Terutama kanker paru-paru, payudara, dan kolorektal/usus, juga menjadi faktor penyebab kematian besar. Kanker paru-paru banyak terkait dengan kebiasaan merokok, sementara kanker payudara dan kolorektal menunjukkan tren yang meningkat seiring dengan pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.
  4. Penyakit Pernafasan: Di Indonesia, penyakit pernapasan, sepertiPneumoniadan COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease), juga menjadi penyebab utama kematian, sering kali berkaitan dengan kualitas udara yang buruk dan kebiasaan merokok.

Berbeda dengan Indonesia, di Malaysia, kanker menjadi penyebab kematian utama. Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Malaysia, kanker,  jantung, dan penyakit komplikasi, dan pernapasan adalah penyebab kematian utama. Berikut urutannya:

  1. Kanker: Kanker adalah penyebab utama kematian di Malaysia, dengan kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker kolorektal yang paling banyak ditemukan. Faktor-faktor gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat dan merokok, menjadi penyebab utama dari peningkatan kasus kanker di negara ini.
  2. Penyakit Jantung: Sama seperti di Indonesia, penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di Malaysia.Penyakit jantung sering kali terkait dengan faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan pola makan yang buruk.
  3. Pernafasan: Meskipun tidak sebesar di Indonesia,Penyakit Pernafasankronis juga merupakan penyebab kematian signifikan di Malaysia, terutama penyakit seperti COPD dan Pneumonia, yang disebabkan oleh polusi udara dan kebiasaan merokok.
  4. Diabetes dan Komplikasi: Penyakitdiabetesdan komplikasinya, seperti gagal ginjal dan penyakit jantung, juga merupakan salah satu faktor besar dalam kematian di Malaysia, yang sering kali berhubungan dengan pola makan tinggi gula dan lemak serta kurangnya aktivitas fisik. "Sudah tahu ada riwayat penyakit jantung, tapi tidak menjaga pola hidup dan masih selalu konsumsi teh tarik, makan berlebihan, itulah sebab dan contoh," ungkap dokter Ismail.

Faktor Perbedaan Penyebab Kematian

Meskipun kedua negara ini menghadapi tantangan besar terkait penyakit kronis, perbedaan penyebab kematian di Indonesia dan Malaysia dapat dilihat dari pola gaya hidup dan faktor sosial-ekonomi yang berbeda.

  1. Polusi dan Kualitas Udara: Indonesia menghadapi masalah kualitas udara yang lebih buruk di beberapa kota besar, yang berkontribusi pada tingginya angka kematian akibat penyakit pernapasan. Sementara itu, meskipun kualitas udara di Malaysia relatif lebih baik, polusi udara tetap mempengaruhi peningkatan penyakit pernapasan seperti COPD.
  2. Gaya Hidup dan Pola Makan: Di Malaysia, pola makan tinggi kalori, lemak, dan gula lebih umum ditemui, yang menyebabkan tingginya angka kasus kanker dan diabetes. Di Indonesia, meskipun pola makan tinggi garam dan lemak juga menjadi masalah, tetapi kebiasaan merokok lebih banyak ditemukan, yang berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.
  3. Pendidikan Kesehatan dan Akses Layanan Medis: Akses dan kualitas layanan kesehatan di Malaysia relatif lebih baik dibandingkan Indonesia. Hal ini menyebabkan tingkat deteksi dini kanker dan penyakit kronis di Malaysia lebih tinggi, yang dapat menjelaskan tingginya angka kematian akibat kanker. Sementara di Indonesia, banyak kasus penyakit tidak terdeteksi dengan baik hingga mencapai tahap lanjut.
  4. Perbedaan Usia dan Pola Hidup: Di Indonesia, banyak orang meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan usia yang lebih muda, seperti stroke dan penyakit jantung. Sementara di Malaysia, banyak kematian disebabkan oleh kondisi yang terkait dengan usia lebih lanjut dan pola hidup yang tidak sehat seiring bertambahnya usia, seperti kanker dan komplikasi diabetes.

Kedua negara ini perlu terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat, seperti pola makan yang baik, olahraga, dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit-penyakit kronis ini. "Jangan sia-siakan hidupmu. Jaga kesehatan sejak dini," tutup dokter Ismail. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#kesehatan #indonesia #KPJ Hospital #stroke #penyakit #kanker #penyebab kematian #malaysia #jantung #diabetes