Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ciri-Ciri Orang Patah Hati Secara Psikologis

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 17 April 2025 | 22:56 WIB

ILUSTRASI patah hati.
ILUSTRASI patah hati.

Batampos - Patah hati tak hanya meninggalkan luka di hati, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi psikologis seseorang secara signifikan. Menurut ahli psikologi dari Mayo Clinicpatah hati bisa memicu respons emosional dan fisik yang serupa dengan kehilangan orang terdekat atau bahkan gejala gangguan mental ringan.

Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang sedang patah hati secara psikologis, yakni:

1. Mengalami Gejala Depresi Ringan

Orang yang patah hati sering merasa sedih berkepanjangan, kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya disukai, merasa hampa, atau merasa tidak bersemangat menjalani hari. Menurut Mayo Clinic, gejala depresi ringan dapat mencakup perasaan sedih terus-menerus, perubahan nafsu makan, dan gangguan tidur.

2. Sulit Tidur atau Justru Terlalu Banyak Tidur

Gangguan tidur menjadi salah satu reaksi umum setelah mengalami patah hati. Beberapa orang mengalami insomniakarena pikiran terus berputar, sementara yang lain memilih tidur terus-menerus sebagai bentuk pelarian.

3. Kehilangan Nafsu Makan atau Makan Berlebihan

Perubahan pola makan merupakan reaksi psikologis yang sering terjadi. Patah hati bisa membuat seseorang kehilangan nafsu makan atau justru makan secara kompulsif untuk mengisi kekosongan emosional.

4. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Orang yang patah hati cenderung menghindari interaksi sosial, merasa malas bertemu orang, dan memilih mengurung diri di kamar. Ini bisa menjadi tanda awal isolasi sosial yang berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut.

5. Merasa Cemas dan Tidak Pasti Akan Masa Depan

Patah hati bisa membuat seseorang mempertanyakan masa depan, terutama bila hubungan yang kandas sebelumnya adalah hubungan jangka panjang atau sudah melibatkan rencana besar. Kecemasan berlebihan menjadi efek psikologis yang muncul secara alami.

Menurut Psychology Today, reaksi patah hati menyerupai respons duka, dan dapat memicu kecemasan akut serta penurunan rasa percaya diri.

6. Munculnya Pikiran Negatif Tentang Diri Sendiri

Patah hati bisa memunculkan pikiran self-blaming seperti merasa tidak cukup baik, merasa bersalah berlebihan, atau merasa tidak layak dicintai. Jika dibiarkan, ini bisa berkembang menjadi masalah citra diri dan harga diri.

7. Sensasi Sakit Fisik di Area Dada

Fenomena ini dikenal dengan istilah "Broken Heart Syndrome" atau Takotsubo Cardiomyopathy, yaitu kondisi medis di mana stres emosional memicu rasa nyeri dada seperti serangan jantung. Meskipun bersifat sementara, kondisi ini nyata dan bisa berbahaya.

Johns Hopkins Medicine menjelaskan, Broken Heart Syndrome disebabkan oleh lonjakan hormon stres yang memengaruhi fungsi jantung. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#patah hati #psikologi