Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Fakta Unik tentang Kedondong, si Buah Asam Manis yang Punya Banyak Nama

Chahaya Simanjuntak • Jumat, 6 Juni 2025 | 06:45 WIB

BUAH kedondong atau ambarella.
BUAH kedondong atau ambarella.

Batampos -  Kedondong, si buah bertekstur renyah dengan cita rasa asam manis yang khas, bukan hanya populer di Indonesia, tapi juga di berbagai negara tropis lainnya.

Menariknya, buah ini punya beragam nama lokal dan manfaat kesehatan yang luar biasa.

Mari kita simak sejumlah fakta unik tentang buah kedondong ini:

Baca Juga: Hindari Saat Perut Kosong, Ini Cara Konsumsi Kedondong yang Aman agar Tubuh Tetap Sehat

1. Punya Banyak Nama di Dunia

Kedondong. Dikenal dengan nama ilmiah Spondias dulcis dikenal dengan berbagai nama di belahan dunia lain. Di Indonesia sendiri, nama kedondong bisa berbeda tergantung daerah, seperti:

- Ambarella di daerah internasional seperti Karibia dan Asia Selatan

- Golden apple di Jamaika

- June plum di Hawaii dan beberapa negara berbahasa Inggris

- Makok farang di Thailand

- Qua Coc di Vietnam

- Buah Long Long di Malaysia dan Singapura

2. Kaya Vitamin C dan Baik untuk Imunitas

Meski rasanya asam, kedondong mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi, bahkan dapat memenuhi sekitar 60–80 persen kebutuhan harian vitamin C dalam satu buah ukuran sedang. Kandungan ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat penyembuhan luka.

3. Bisa Tumbuh di Pot dan Cepat Berbuah

Kedondong termasuk tanaman tropis yang mudah tumbuh, bahkan bisa ditanam di pot besar di pekarangan rumah. Dengan perawatan yang tepat, pohon kedondong hasil cangkok bisa mulai berbuah dalam waktu 1 hingga 2 tahun.

Baca Juga: 3 Ekor Anjing Peliharaan Manson, Warga Tanjungpinang Diembat Maling

4. Biji Kedondong Punya Serat Tajam

Tidak seperti buah pada umumnya, biji kedondong berserat kasar dan tajam, sehingga tidak disarankan untuk dikunyah. Ini juga menjadi alasan mengapa buah ini biasanya dipotong kecil sebelum dikonsumsi atau dijadikan jus.

5. Digunakan dalam Pengobatan Tradisional

Dalam pengobatan herbal tradisional di berbagai negara Asia dan Pasifik, daun kedondong digunakan untuk mengobati batuk, luka luar, dan bahkan diare. Air rebusan daunnya dipercaya memiliki efek antiinflamasi dan antibakteri. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Kedondong #buah