Namun, tidak semua ikan aman dikonsumsi dalam jumlah banyak. Beberapa jenis ikan mengandung zat berbahaya seperti merkuri, polutan laut, atau racun alami yang bisa menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Berikut 7 jenis ikan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya:
1. Ikan Tuna (terutama Tuna Sirip Biru dan Tuna Besar)
Tuna besar memiliki kadar merkuri tinggi akibat berada di puncak rantai makanan laut. Konsumsi berlebihan dapat merusak sistem saraf dan memengaruhi fungsi otak, terutama pada ibu hamil dan anak-anak.
2. Ikan Tongkol
Meskipun rasanya lezat, tongkol termasuk ikan yang cenderung mengandung merkuri sedang hingga tinggi. Terlalu sering mengonsumsi bisa meningkatkan risiko keracunan logam berat.
3. Ikan Hiu
Daging hiu mengandung merkuri dalam jumlah tinggi. Selain itu, penangkapan hiu juga mengancam kelestarian populasi laut.
4. Ikan Marlin
Mirip seperti hiu dan tuna, marlin adalah predator besar yang menyerap banyak merkuri. Konsumsi berlebihan berisiko mengganggu kesehatan hati dan ginjal.
5. Ikan Kakap Merah (Red Snapper)
Beberapa penelitian menemukan kakap merah berpotensi mengandung ciguatoxin, racun laut yang bisa menyebabkan keracunan makanan (ciguatera). Gejalanya meliputi mual, muntah, diare, dan gangguan saraf.
6. Ikan Kembung Laut Tertentu
Beberapa jenis kembung (mackerel raja/king mackerel) mengandung merkuri tinggi. Berbeda dengan kembung lokal yang umumnya aman, jenis ini sebaiknya dibatasi konsumsinya.
7. Ikan Sapu-sapu (Plecostomus)
Meski sering dimakan di beberapa daerah, ikan sapu-sapu yang hidup di sungai tercemar bisa mengandung logam berat, bakteri, dan parasit. Konsumsi berlebihan bisa membahayakan kesehatan.
Risiko Kesehatan Jika Konsumsi Berlebihan
* Keracunan merkuri → gejalanya meliputi gangguan penglihatan, tremor, mudah lelah, dan gangguan memori.
* Keracunan ciguatoxin → menyebabkan mual, diare, mati rasa, bahkan gangguan saraf.
* Keracunan logam berat lainnya → berdampak pada hati, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh.
Tips Aman Mengonsumsi Ikan
* Pilih ikan berukuran lebih kecil karena cenderung mengandung merkuri lebih rendah.
* Variasikan jenis ikan, jangan hanya mengonsumsi satu jenis.
* Pastikan ikan segar dan berasal dari perairan yang tidak tercemar.
* Bagi ibu hamil, batasi konsumsi ikan dengan merkuri tinggi maksimal 1 porsi per bulan. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi