Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Yuk Kenali Perjalanan Layangan di Indonesia, Dari Permainan Tradisional hingga Ajang Internasional

Ichwanul Fazmi • Senin, 18 Agustus 2025 | 18:52 WIB

ILUSTRASI. Anak-anak bermain layangan yang sangat populer di tanah air.
ILUSTRASI. Anak-anak bermain layangan yang sangat populer di tanah air.
batampos - Layangan adalah permainan tradisional yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Tidak hanya menjadi hiburan anak-anak, layangan juga menyimpan nilai sejarah, budaya, bahkan pernah digunakan untuk keperluan ilmiah dan militer.

Seiring perkembangan zaman, layangan kini menjelma menjadi ajang kompetisi berskala internasional yang memikat banyak negara. Yuk simak perkembangan layangan di Indonesia.

Asal Usul Layangan di Dunia

Catatan sejarah menyebutkan bahwa layangan pertama kali ditemukan di Tiongkok sekitar 2.000 tahun lalu. Awalnya, layangan dibuat dari bambu dan kain sutra, serta digunakan bukan untuk bermain, melainkan sebagai alat militer dan komunikasi jarak jauh. Dari Tiongkok, permainan layangan kemudian menyebar ke Jepang, Korea, India, hingga ke Eropa.

Di Jepang, layangan (tako) kerap diterbangkan dalam festival tradisional untuk merayakan musim semi. Di Eropa, pada abad ke-18, layangan mulai dimanfaatkan untuk penelitian ilmiah, salah satunya oleh Benjamin Franklin yang menggunakan layangan dalam eksperimen listrik dan petir.

Perkembangan Layangan di Indonesia

Di Indonesia, layangan sudah lama menjadi bagian dari budaya tradisional. Hampir setiap daerah memiliki jenis layangan khas dengan bentuk dan fungsi berbeda:

* Janggan di Bali berbentuk naga dengan ekor panjang, melambangkan keseimbangan alam.

* Pecukan di Jawa Timur berbentuk huruf “V”, digunakan untuk adu ketangkasan.

* Celepuk di Jawa Tengah yang unik dengan bunyi dengung saat diterbangkan.

* Koang di Sumatra dan Jawa yang digunakan dalam adu layangan dengan benang gelasan.

Bermain layangan biasanya dilakukan saat musim kemarau, ketika angin bertiup kencang dan langit cerah. Aktivitas ini menjadi hiburan rakyat sekaligus sarana berkumpulnya masyarakat.

Layangan Sebagai Bagian dari Tradisi dan Budaya

Bagi beberapa daerah, layangan bukan sekadar permainan, tetapi bagian dari tradisi dan upacara. Di Bali, Festival Layang-Layang menjadi acara tahunan yang mempertemukan tim-tim dari berbagai desa. Layangan dipercaya sebagai persembahan kepada para dewa, simbol doa untuk kesuburan dan kesejahteraan.

Dari Hiburan Lokal ke Ajang Internasional

Kini, layangan berkembang menjadi olahraga dan ajang kompetisi internasional. Festival layang-layang digelar di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Jepang, hingga Amerika. Bentuknya pun semakin beragam, mulai dari tradisional hingga kreasi modern dengan desain tiga dimensi.

Di tingkat internasional, layangan tidak hanya dinilai dari keindahan dan kreativitas, tetapi juga keterampilan dalam mengendalikannya. Indonesia sendiri kerap menjadi sorotan karena layangan tradisionalnya yang unik dan sarat makna budaya. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#layangan #indonesia #permainan tradisional