batampos - Sukses besar dengan film live action Barbie (2023) yang memiliki beragam karakter. Mattel Studios meluncurkan Barbie autis pertamanya pada Senin (12/1).
Rilis sekitar enam bulan setelah boneka pertama dengan diabetes tipe 1. Tambahan boneka ini masuk dalam Barbie Fashionistas.
Boneka ini dikembangkan selama lebih 18 bulan. Bekerja sama dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN), organisasi advokasi yang dijalankan oleh komunitas autis.
Tujuan utama kolaborasi ini adalah menciptakan boneka yang mencerminkan beberapa cara orang autis mungkin mengalami, memproses, dan berkomunikasi dengan dunia di sekitar mereka.
Fitur Desain Barbie
Barbie autis memiliki sejumlah elemen yang mendukung representasi pengalaman autis, dikutip dari AP News:
1. Pandangan mata sedikit menyamping
Desain ini untuk mencerminkan beberapa orang autis mungkin menghindari kontak mata langsung.
2. Artikulasi pada siku dan pergelangan tangan
Ini memungkinkan gerakan seperti stimming (perilaku pengaturan sensorik) yang sering dialami beberapa orang autis.
3. Aksesori yang mencerminkan kebutuhan sensorik
Ada beberapa aksesori seperti headphone peredam suara, fidget spinner berwarna pink, dan tablet dengan simbol komunikasi (AAC) untuk menggambarkan alat bantu komunikasi yang dipakai sebagian orang autis.
4. Pakaian yang ramah sensorik
Pakaian termasuk rok longgar dan sepatu datar yang nyaman.
Mattel menyatakan bahwa boneka ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis semua pengalaman autis. Boneka ini untuk menghadirkan representasi nyata yang dapat dikenali oleh banyak anak.
"Boneka ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas arti inklusi. Setiap anak layak melihat dirinya sendiri di Barbie," kata Jamie Cygielman, Global Head of Dolls di Mattel, dikutip dari NBC Los Angeles, Selasa (13/1).
Boneka ini tersedia melalui Mattel Shop yang dijual dengan harga sekitar $11.87. Dijual melalui Target, Walmart, Amazon, dan toko Mattel secara global.
Peluncuran boneka autis ini merupakan bagian strategi jangka panjang Mattel untuk mengembangkan Barbie yang lebih inklusif.
Upaya Mattel selama beberapa tahun terakhir untuk mencerminkan keberagaman dunia nyata.(*)
Editor : Juliana Belence