
batampos – Pemerintah Indonesia dan Malaysia membahas penguatan regulasi untuk melindungi anak-anak saat beraktivitas di ruang digital. Kedua negara menilai peningkatan penggunaan teknologi harus diimbangi dengan aturan yang memadai serta tanggung jawab platform digital dalam menjaga keamanan pengguna anak.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dengan Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil pada hari kedua Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Selasa (20/10).
Pertemuan itu membahas pendekatan kebijakan dan mekanisme perlindungan anak yang dapat diterapkan untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.
Meutya mengatakan, peningkatan konektivitas internet harus diikuti dengan upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Menurut dia, tantangan transformasi digital tidak hanya menyangkut pemerataan akses, tetapi juga bagaimana memastikan ruang digital dapat digunakan secara aman oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki tiga pilar transformasi digital, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiganya menjadi pedoman dalam mendorong konektivitas, pertumbuhan ekonomi, serta perlindungan masyarakat di ruang digital.
Meutya menegaskan, ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan, termasuk dalam upaya melindungi anak dari berbagai risiko penggunaan internet.
“Ketiga pilar ini sama pentingnya. Karena itu, kita tidak bisa hanya memilih untuk berfokus pada salah satunya,” ujar Meutya.
Dia menambahkan, Indonesia dan Malaysia memiliki kepentingan yang sama dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak. Kedekatan kedua negara juga menjadi landasan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam merumuskan kebijakan perlindungan generasi muda.
“Keselamatan anak-anak di dunia digital adalah isu yang sangat penting bagi kedua negara. Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang erat, tidak hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga karena aspirasi bersama untuk membangun masa depan generasi mendatang,” tuturnya.



