
batampos - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polda Metro Jaya mengamankan demonstrasi mahasiswa pada Rabu (28/10) secara humanis. Pengamanan diperlukan agar mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan tertib.
"Terkait demonstrasi mahasiswa yang akan dilakukan hari ini, saya minta agar polisi tolong jaga adik-adik saya, mahasiswa yang sedang demo," kata Sahroni.
Menurutnya, menyampaikan aspirasi di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Karena itu, aparat keamanan harus memastikan tidak ada gangguan yang menghambat jalannya unjuk rasa.
"Pastikan semuanya berjalan lancar dan aman, karena ini memang salah satu cara menyampaikan kritik yang dilindungi undang-undang," jelasnya.
Sahroni juga meyakini mahasiswa memahami cara menyampaikan aspirasi secara tertib. Ia menilai, apabila terjadi tindakan anarkistis atau perusakan selama demonstrasi, tindakan tersebut belum tentu dilakukan oleh mahasiswa.
"Dan saya yakin kalau ada pengerusakan-pengerusakan, itu bukan dilakukan oleh mahasiswa. Karena mahasiswa ini memahami betul bahwa demo tidak seperti itu. Jadi kalau sampai ada pengerusakan, itu pasti ada pihak-pihak lain yang tidak bertanggungjawab," tandasnya.
BEM UI Bawa Lima Tuntutan
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10). Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, sekitar pukul 14.00 WIB.
"Kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI pukul 14.00 siang," kata Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (28/10).
Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa lima tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan, anggaran negara, pendidikan, penegakan hukum, hingga hak asasi manusia (HAM).



