
batampos – Petarung Mixed Martial Arts (MMA) Yudi Cahyadi buka suara terkait kedatangannya bersama sejumlah orang ke rumah konten kreator Herri Pras di Kabupaten Bogor. Yudi menegaskan, aksi tersebut bukan tanpa alasan. Dia menyebut kedatangannya dipicu sikap Herri Pras yang dinilai kerap melontarkan pernyataan kontroversial, termasuk mencela ulama, serta beberapa kali tidak memenuhi undangan bertarung.
Yudi bahkan menyindir Herri Pras yang dianggap hanya berani melontarkan tantangan duel melalui media sosial. Padahal, menurut Yudi, Herri sebelumnya juga pernah menantang duel dengan konsep tanpa aturan atau no rules.
"Tidak ada asap tanpa api. Kami tidak akan datang ke rumah Herri jika yang bersangkutan jantan memenuhi undangan," ujar Yudi melalui pernyataan di akun Instagram-nya, dikutip Kamis (5/11).
Yudi mengungkapkan, pihaknya pernah mengundang Herri Pras untuk mengikuti pertandingan dalam ajang resmi Tarung Bebas beberapa bulan lalu. Namun, undangan tersebut disebut tidak mendapat respons berupa kehadiran dari Herri.
Dia juga menyinggung tantangan duel no rules yang sebelumnya dilontarkan Herri. Menurut Yudi, tantangan tersebut tidak pernah diwujudkan ketika kesempatan bertarung diberikan.
"Sebelumnya, kami undang fight event resmi Tarung Bebas beberapa bulan yang lalu, juga dia tidak berani datang. Bahkan Herri mengajak fight no rules, tapi ternyata hanya omong kosong," tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Yudi untuk menjelaskan latar belakang kedatangannya bersama sejumlah orang ke kediaman Herri Pras. Insiden itu menjadi perhatian publik setelah video ketegangan antara kedua pihak beredar di media sosial.
Sebelumnya, Yudi mengklaim kedatangannya bertujuan menyelesaikan persoalan secara langsung. Dia mengaku sempat mengajak Herri Pras bertarung satu lawan satu. Namun, ajakan tersebut disebut ditolak hingga akhirnya petugas kepolisian datang ke lokasi. (*)

