
batampos – Perseteruan konten kreator Herri Pras dengan petarung Mixed Martial Arts (MMA), Yudi Cahyadi, semakin memanas. Polemik yang bermula dari pernyataan Herri mengenai sejumlah tokoh agama itu berkembang menjadi tantangan duel hingga kedatangan rombongan ke kediamannya.
Herri mengaku mengalami kekerasan saat rombongan tersebut mendatangi rumahnya. Dia kemudian melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polres Bogor melalui tim kuasa hukumnya.
Perselisihan ini bermula dari pernyataan Herri yang menyinggung Ustaz Adi Hidayat (UAH), Ustaz Abdul Somad (UAS), dan Habib Umar bin Hafiz. Herri mempertanyakan kepakaran tokoh-tokoh agama tersebut. Pernyataan itu kemudian memicu reaksi Yudi Cahyadi yang mengaku ingin membela mereka.
Herri Sebut Tokoh Agama sebagai Pembohong
Dalam video yang beredar, Herri menyebut Yudi dan pihak yang mendukungnya sebagai orang-orang yang ingin menunjukkan keunggulan melalui pertarungan fisik.
Dia juga melontarkan tudingan keras terhadap tokoh-tokoh agama yang dipersoalkannya. Herri menggunakan istilah kazab, yang dalam bahasa Arab berarti pendusta atau pembohong.
"Kalau saya meladeni ajakan berantem orang bodoh, maka akan ada ribuan orang bodoh seperti Anda ingin tampil membela ulama pembohong besar seperti Somad, Adi, dan Umar," ucapnya, dikutip Selasa (3/11).
Herri menilai persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui pembuktian keilmuan, bukan adu kekuatan fisik.
"Saya tidak punya tujuan untuk mengalahkan siapapun di arena tanding. Tujuan hidup saya adalah untuk memberantas takhayul, bidah, syirik, dan khurafat yang ada di Indonesia ini," katanya.
Ajukan Syarat Sebelum Duel
Herri mengaku tidak akan langsung menerima tantangan duel dari Yudi. Dia justru mengajukan persyaratan agar kepakaran tokoh-tokoh agama yang dipersoalkan diuji terlebih dahulu.
Menurut Herri, tim hukum dan tim risetnya telah menyiapkan kesepakatan tertulis untuk membahas persyaratan tersebut. Kedua pihak harus menyepakati ketentuan sebelum pertarungan dilaksanakan.



