Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gula Kiloan Langka hingga Harga Beras Naik di Warung hingga Ritel Tanjungpinang

M
Penulis: Mohamad Ismail❯
Gula mulai langka di Kota Tanjungpinang, ritel modern kini hanya menjual gula kemasan bermerk, Rabu (10/12).
Gula mulai langka di Kota Tanjungpinang, ritel modern kini hanya menjual gula kemasan bermerk, Rabu (10/12).

batampos- Sejumlah jenis bahan pokok atau sembako di Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan harga. Hal ini diduga disebabkan semakin menipisnya stok sembako di Tanjungpinang.


Advertisement

Pantauan Batam Pos, sejumlah warung di Tanjungpinang tidak lagi menjual gula kiloan, yang dibungkus menggunakan kantong plastik. Kondisi ini juga terlihat di rak-rak sembako di swalayan yang ada di daerah tersebut.

Kini, ritel modern di ibu kota Provinsi Kepri hanya menjual gula kemasan, yang terbilang tinggi. Seperti merek gula PSM senilai Rp18.500 per kilogram, hingga Gulaku senilai Rp19.500 per kilogramnya.

"Gula sudah kosong dari beberapa hari ini. Memang tidak ada lagi. Kalau ada pasti kita jual Rp17 ribu per kilogram, kalau normalnya Rp14 ribu per kilogram," kata Ratna pedagang sembako di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Rabu (10/12).

Advertisement

Selain gula, kata dia sejumlah merek beras medium yang berasal dari Kota Batam juga mengalami kenaikan. Misalnya Merk Ratu Pinang yang sebelumnya Rp13 kilogram, kini dijual Rp14 ribu per kilogram.

Sementara di swalayan, harga beras asal Batam lainnya, seperti merek Nasi Padang saat ini dijual dengan harga Rp305 ribu per 25 kilogram. Kemudian Gong-gong Rp 295 ribu, hingga Anggur Merah Rp395 ribu.

"Stok beras memang sedikit, tapi informasinya Januari baru normal, karena sembakonya sedang tertahan di Kota Batam," tambahnya.

Advertisement

Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tanjungpinang, Mulyadi Tan menyampaikan keprihatinan yang sangat serius terkait dampak hambatan logistik dari Batam ke Tanjungpinang.

Kata dia, Batam merupakan main supply hub bagi kebutuhan pokok dan barang konsumsi Tanjungpinang dan Bintan. Saat jalur logistik ini berhenti dan akses pengiriman menjadi sangat sulit, maka dapat berdampak kepada masyarakat.

"Jadinya harga barang melonjak tajam, terutama kebutuhan pokok harian. Banyak keluhan dari seluruh lapisan masyarakat," sebut Mulyadi.

Sehingga, ia meminta agar jalur logistik antara Batam, Bintan dan Tanjungpinang dikembalikan secara normal. Pihaknya juga siap duduk bersama Bea Cukai dan stakeholder pemerintah untuk mencari solusi terbaik yang tetap memenuhi kepentingan fiskal negara.

"Yang jelas ekonomi Tanjungpinang harus bergerak, rakyat harus hidup layak, dan dunia usaha harus diberi ruang bernapas untuk tumbuh," pungkasnya. (*)

Advertisement
Editor : Tunggul Manurung

Artikel Terkait

Job Fair Batam 2026: 2.300 Lowongan Kerja Tersedia

Job Fair Batam 2026: 2.300 Lowongan Kerja Tersedia

Job Fair Batam 2026 mencatat 2.300 lowongan kerja dari 65 perusahaan. Simak jadwal, sektor pekerjaan, dan informasi pendaftaran.

Imigrasi Batam Sosialisasikan Layanan Data Keimigrasian

Imigrasi Batam Sosialisasikan Layanan Data Keimigrasian

Imigrasi Batam sosialisasikan aplikasi layanan data keimigrasian kepada 150 peserta untuk memperkuat sinergi dan perlindungan data pribadi.

XPENG Buka Showroom di Batam

XPENG Buka Showroom di Batam

Penjualan mobil listrik di Batam melonjak lebih dari 300 persen. XPENG meresmikan showroom dan pusat layanan di Jalan Gajah Mada.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer