Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Beras asal Batam Terpantau Naik di Tanjungpinang

M
Penulis: Mohamad Ismail❯

Pembeli saat mencari harga beras di swalayan yang ada di Tanjungpinang, Senin (5/1/2026). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
Pembeli saat mencari harga beras di swalayan yang ada di Tanjungpinang, Senin (5/1/2026). F. Mohamad Ismail/BATAM POS


Advertisement

Batampos - Harga beras di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau terpantau naik saat awal tahun 2026 ini. Kenaikan harga beras terjadi dari swalayan, hingga warung kelontong.

Pantauan Batam Pos, harga beras merk gong-gong yang berasal dari Kota Batam mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp295 ribu pada akhir tahun 2025, kini menjadi Rp325 per karung berukuran 25 kilogram.

Kemudian beras merk Ladang Pade yang sebelumnya Rp355 ribu per 25 kilogram, kini menjadi Rp375 ribu hingga merk Putri padang yang sebelumnya Rp300 ribu per 25 kilogram kini menjadi Rp335 ribu per kilogram.

Advertisement

Sementara di warung kelontong, beras merk gong-gong kini dijual Rp15 ribu per kilogram, yang sebelumnya hanya dijual Rp12 ribu saja. "Saat ini memang naik, karena stoknya memamg sedikit," kata Sri, pedagang di kawasan Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Selain beras, harga gula pasir juga mengalami kenaikan, dari yang sebelumnya Rp13 ribu kini dijual Rp18 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut disebabkan stok gula pasir yang mulai menipis.

Advertisement

"Sekarang Rp18 ribu, sebelumnya Rp14 ribu, lalu akhir tahun kemarin naik Rp17 ribu, sekarang awal tahun naik lagi," sebutnya.

Kenaikan harga gula pasir juga terpantau naik di swalayan Tanjungpinang. Dimana, sebelumnya gula pasir yang dijual senilai Rp16.500 per kilogram, kini sudah dijual Rp17 ribu per kilogramnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tanjungpinang, Mulyadi Tan menyampaikan bahwa kenaikan harga beras, dan kebutuhan pokok lainnya disebabkan faktor distribusi dan biaya logistik antar wilayah.

"Khususnya karena pasokan beras kita masih sangat bergantung dari Batam dan luar daerah," tambahnya. 

Kenaikan harga tersebut, menurutnya telah membebani masyarakat, terutama masyarakat ekonomi lemah. Sehingga, pemerintah juga perlu mempertimbangkan adanya jalur logistik prioritas untuk bahan pokok.

"Termasuk koordinasi dengan Bea Cukai batam dan toi supaya distribusi tidak tersendat dan biaya logistik bisa ditekan," pungkasnya. (*)

Advertisement
Editor : Chahaya Simanjuntak

Artikel Terkait

Honda Beat Street Dicuri di Tanjunguban, Pelaku Ditangkap di Batu 9

Honda Beat Street Dicuri di Tanjunguban, Pelaku Ditangkap di Batu 9

Polsek Bintan Utara menangkap pria berinisial DSP, 27, yang diduga mencuri Honda Beat Street di Tanjunguban

Anggaran Buku Perpustakaan Kepri Dipangkas, Tersisa Rp40 Juta

Anggaran Buku Perpustakaan Kepri Dipangkas, Tersisa Rp40 Juta

Anggaran pengadaan buku Perpustakaan Kepri tersisa Rp40 juta setelah efisiensi. DPK membeli 555 buku baru dari 111 judul.

Efek Listrik Padam, Layanan Telkomsel 95 Persen Sudah Pulih

Efek Listrik Padam, Layanan Telkomsel 95 Persen Sudah Pulih

Sekitar 95 persen jaringan Telkomsel terdampak gangguan listrik di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang telah kembali beroperasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer