Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kobaran Api Hampir Tewaskan Satu Keluarga di Desa Nyamuk

Ihsan Imaduddin • Minggu, 22 Desember 2024 | 22:48 WIB
Petugas dibantu warga sedang mencoba memadamkan api yang menyerang rumah dua lantai milik Aswandi di Desa Nyamuk.
Petugas dibantu warga sedang mencoba memadamkan api yang menyerang rumah dua lantai milik Aswandi di Desa Nyamuk.

batampos- Kebakaran hebat yang menimpa rumah dua lantai milik Aswandi di Jalan Muhammad Kasim, Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur hampir menewaskan satu keluarga, Minggu, (22/12) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.

Pasalnya, Aswandi beserta keluarga tidak menyadari api mulai membesar yang siap menghanguskan rumahnya itu.

Beruntung, saksi, Said melihat peristiwa lantas menggedor rumah korban untuk menyelematkan.

"Saya mau merokok diluar rumah, lihat langit terang. Tak taunya rumah tetangga kebakaran. Langsung saya gedor untuk bangunkan pemilik rumah," ujar Said.

Said menjelaskan waktu menggedor rumah, korban tidak bangun. Tak habis akal, ia langsung mendobrak pintu lalu menuju ke lantai dua rumah korban.

"Disana mereka lagi tidur, saya suruh turun semua. Saya gendong anak-anaknya. Habis tu, bantu bang Aswandi selamatkan surat-surat berharga," terang Said.

Kebakaran ini, lanjutnya, terjadi karena adanya korsleting kipas angin dikamar anak korban.

"Api dari kipas angin, merambat ke gorden. Langsung membesar dan habis lantai dua rumah korban. Beruntung, lantai bawahnya masih bagus," ungkap Said.

Sementara itu, Kepala Cabang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siantan Timur, Agus Supriyadi mengaku mengalami kesulitan dalam memadamkan api dikarenakan kondisi medan yang sulit disertai tidak memiliki alat yang memadai.

"Jam 03.30 WIB baru mati api, kurang lebih kita berjuang 3 jam untuk padamkan api dirumah 2 lantai itu," tutur Agus.

Dalam kejadian, tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah, lanjutnya, langsung keluar menyelamatkan diri.

"Kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta. Saat ini korban sedang mengungsi kerumah saudaranya," pungkas Agus. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#kebakaran