batampos- Kabupaten Anambas mendapat alokasi hewan qurban dari Presiden Prabowo Subianto untuk perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah.
Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan (DP3) Anambas, Rovaniyadi mengatakan bantuan hewan qurban ini akan di distribusikan di Masjid Jami' Nurul Ihsan, Desa Tarempa Barat.
"Tahun ini Anambas dapat bantuan dari Presiden. Hewan qurban yang diberikan Presiden berupa Sapi yang memiliki berat 800 Kilogram," ujar Rovaniyadi, Rabu, (14/5).
Sapi yang terpilih nantinya harus berasal dari peternak lokal serta memenuhi kriteria kesehatan dan syarat layak kurban yang telah ditentukan pemerintah pusat.
"Karena ditempat kita tidak ada sapi jenis Limusin (jumbo), jadi 800 kilogram ini akan di pecah jadi beberapa ekor sapi," kata Rovaniyadi.
Bantuan hewan qurban ini merupakan yang kedua kali untuk Anambas. Terakhir, kabupaten termuda di Kepri ini mendapatkan bantuan dari Presiden pada tahun 2023.
"Tahun 2023 terakhir, waktu itu dapat dua ekor yang serahkan. Besar-besar ukurannya, pak Gubernur sendiri yang menyerahkan di Masjid Agung Baitul Ma'mur," jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa Tarempa Barat, Asmarandi mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian Presiden Prabowo yang berkeinginan menyumbang hewan qurban di daerahnya.
"Saya selaku pimpinan pemerintah desa mengapresiasi Presiden menyumbangkan hewan qurban untuk masyarakat kita," ujar Asmarandi.
Dijelaskannya sumbangan dari Presiden ini merupakan yang pertama kali di Tarempa Barat. Dari hasil koordinasi dengan pengurus Masjid Jami' Nurul Ihsan, terdapat 3 ekor sapi yang disumbangkan.
"Tadi saya juga tanya sama pengurus Masjid, memang iya kita dapat. Totalnya 3 ekor sapi nanti yang distribusikan ke warga pengurus Masjid yang mengatur," tutur Asmarandi.
Baca Juga: Minum Pagi Hari, Rasakan Manfaat Rendaman Air Bawang Putih Bagi Tubuh
Asmarandi menghimbau kepada panitia qurban supaya dapat melaksanakan amanah dari Presiden ini dengan baik sebagai bentuk syukur, sehingga nantinya setelah pemotongan sapi qurban, akan langsung dibagikan kepada warganya yang kurang mampu. (*)
Editor : Tunggul Manurung