Buruknya visibilitas dan angin kencang membuat pilot memutuskan untuk kembali ke bandara asal demi keselamatan penerbangan.
Sejumlah penumpang mengaku sempat panik dan berdebar saat pesawat terasa goyang hebat menjelang proses pendaratan.
“Pesawatnya sempat turun, tapi tiba-tiba naik lagi. Goyangan terasa kuat sekali, banyak penumpang yang berdoa dan pegangan kursi,” ujar salah satu penumpang, Rika, yang hendak pulang ke Letung.
Menurut informasi dari pihak bandara, cuaca ekstrem angin kencang menyulitkan pilot melakukan pendaratan secara aman. Pesawat akhirnya kembali ke Bandara Hang Nadim, Kota Batam.
Staf Bandara Letung, Raja Herma membenarkan gangguan penerbangan ini dan memastikan penumpang akan diberangkatkan kembali pada Kamis, 17 Juli 2025, jika kondisi cuaca memungkinkan.
“Kami prioritaskan keselamatan. Penerbangan akan dilanjutkan besok bila kondisi sudah memungkinkan,” ujar Raja Herma.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya faktor cuaca dalam keselamatan penerbangan, terutama untuk rute menuju daerah kepulauan seperti Anambas yang kerap dilanda cuaca ekstrem secara tiba-tiba. (*)
Editor : Tunggul Manurung